Politik Pemerintahan

BHS Ziarah ke Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu

Sidoarjo (beritajatim.com) – Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo 2020 kader Partai Gerindra, Bambang Haryo Sukartono (BHS) melakukan ziarah ke makam Putri Ayu Dewi Sekardadu di Dusun Ketingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kamis (12/12/2019).

BHS datang ke makam ibunda Sunan Giri itu bersama staf dan tim pemenangan dirinya dalam mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Sidoarjo. Rombongan datang ke lokasi persemayaman putri Prabu Menak Sembuyu, penguasa Kerajaan Blambangan Banyuwangi itu ditempuh melalui jalur sungai dengan menggunakan perahu

Bambang Haryo Sukartono mengatakan, Putri Ayu Dewi Sekardadu ini bukan orang biasa. Dia anak seorang Raja Blambangan dan dinikahi oleh oleh Syekh Maulana Ishak. “Memang persemayaman Dewi Sekardadu jauh dari keramaian. Area dikelilingi sungai dan tambak. Namun setiap hari dan setiap pekan, banyak yang datang berwisata relligi di sini,” kata Bambang.

Dia menambahkan, area pesarean Dewi Sekardadu ini harus tetap dijaga sampai kapanpun. Fasilitas yang dirasa kurang untuk menampung orang-orang dalam dan luar kota Sidoarjo yang datang berziarah harus dipenuhi. “Pesarean Dewi Sekardadu ini harus terus dijaga dan dirawat sebaik mungkin,” terang mantan anggota DPR RI dari Partai Gerindra periode 2014-2019.

Bambang mengutip dari literatur sejarah yang dipelajarinya, Putri Ayu Dewi Sekardadu yang cantik tersebut pernah didera suatu penyakit. Segala upaya penyembuhan telah dicoba, namun tak kunjung membuahkan hasil. Raja Blambangan akhirnya menggelar sayembara barang siapa yang bisa menyebuhkan penyakit Putri Ayu Dewi Sekardadu, bila masih muda akan dinikahkan dengan putrinya itu. Kemudian apabila sudah tua akan jadi kerabat kerajaan.

Banyak yang mengikuti sayembara akan tetapi semuanya gagal. Setelah beberapa saat ada orang yang bernama Syekh Maulana Ishak mengajukan diri ikut sayembara, dan akhirnya berhasil menyembuhkan penyakit Putri Ayu Dewi Sekardadu. Sesuai dengan janjinya sang Rajapun menikahkan keduanya.

Tiba-tiba, Sang Prabu dan Syekh Maulana bertengkar. Karena Sang Prabu tidak mau menerima ajakan Syekh Maulana masuk agama Islam. Dari perkara tersebut Syekh Maulana pamit mundur ketika Putri Ayu Dewi Sekardadu sedang hamil besar.

Syekh Maulana berpesan jika lahir laki-laki, makan dinamakan Raden Paku. Setelah Sunan Giri lahir, dia dihanyutkan di laut oleh Raja Blambangan. Mengetahui anak tercintanya dibuang ke laut, Putri Ayu Dewi Sekardadu menceburkan diri ke laut mengejar-ngejar anaknya.

Namun gelombang ombak terlalu besar, dan tenggelamlah pula Putri Ayu Dewi Sekardadu. Jasad Putri Ayu Dewi Sekardadu terbawa arus hingga Sidoarjo. Jasad Putri Ayu Dewi Sekardadu digotong ikan keting ke dekat pantai.
“Akhirnya dari peristiwa itu wilayah daerah ini diberi nama Ketingan atau Kepetingan,” papar BHS bercerita. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar