Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

BHS Peduli Terus Lakukan Fogging, Kali Ini di Tambak Asri Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pakar DPP Partai Gerindra sekaligus Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS) bersama para relawan BHS Peduli terjun langsung di lingkungan masyarakat untuk melakukan fogging atau pengasapan.

Fogging kali ini menyasar wilayah RW 9 Tambak Asri, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya. BHS mengatakan, aksi fogging bertujuan untuk mengantisipasi peredaran nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Belakangan kasus DBD memang meningkat di beberapa daerah.

“Masyarakat banyak yang terkena DBD. Kami bersama relawan BHS Peduli hadir dan turun langsung untuk membantu masyarakat mencegah DBD, dengan melakukan penyemprotan atau fogging. Kami membantu Pemkot Surabaya dalam memerangi DBD ini. Kalau tidak ditangani segera, ini bisa merambat kemana-mana dan membahayakan keselamatan nyawa publik,” kata BHS, Kamis (27/1/2022).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Timur tercatat ada 69 kasus DBD yang tersebar di beberapa daerah Jatim sepanjang Januari 2022 ini.

BHS juga melakukan sosialisasi pencegahan DBD dengan langkah 3M (Menguras, Menutup, Mengubur). Dia juga memberikan vitamin bagi warga dan susu bagi anak-anak agar daya tahan tubuh mereka meningkat di tengah perubahan cuaca menuju musim hujan.

“Saya juga mengimbau agar jemuran pakaian bekas kita seyogyanya harus langsung dicuci, jangan sampai menimbun dan menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.

Selain lingkungan RT, Relawan BHS Peduli juga mem-fogging selokan. “Saya harap masyarakat bisa melakukan ini, sehingga terhindar dari demam berdarah,” tandasnya.

BHS mengimbau kepada warga apabila menemukan tanda-tanda DBD seperti demam dua hari dan bintik-bintik merah pada tubuh agar segera menghubungi pusat pelayanan kesehatan terdekat. Ia juga meminta agar Puskesmas lebih pro aktif turun untuk memeriksa kesehatan warga.

BHS pada kesempatan ini berharap agar Puskesmas bisa melakukan aksi jemput bola. “Ini adalah tugas Puskesmas sebenarnya. Jadi, begitu ada warganya sakit, Puskesmas harus turun untuk mengecek ataupun sekaligus memastikan kesehatan warga,” jelasnya.

Jemput bola itu antara lain untuk memastikan kesehatan dan gizi warga. Apakah warga sehat atau tidak, kalau tidak sehat maka tugasnya memperbaiki lingkungan itu.

“Itu wajib dan Puskesmas itu sebenarnya punya kewajiban untuk mendeteksi semua penyakit ataupun kesehatan dari warganya. Kita harapkan Puskesmas harus pro aktif, jadi bukan warganya,” pungkasnya. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar