Politik Pemerintahan

Bertemu Gubernur, Bupati Lumajang Konsultasi Tambang Pasir

Lumajang (beritajatim.com) – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq konsultasikan tata kelola tambang pasir ke Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Tambang pasir di Lumajang bagaikan emas hitam Jawa Timur yang cukup potensial.

Namun potensi yang besar masih belum diimbangi dengan penerimaan pajak minerba dari tambang pasir akibat tata kelola yang belum optimal.

“Dari target 37 milyar tahun lalu hanya terealisasi 11 milyar,” ungkapnya pada wartawan, Senin (24/8/2020).

Konsultasi Cak Thoriq dilatarbelakangi dari masih belum rampungnya problematika tambang pasir, seperti konflik sosial, inkonsistensi IPPKH ( Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan), stockpile illegal, sengkarut armada pasir, kebocoran Surat Keterangan Angkutan Barang (SKAB), penambang pasir dan harga jual pasir.

Dalam menyelesaikan carut marut permasalahan tambang pasir di Lumajang, tambah Bupati, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai upaya ditempuh agar satu persatu problematika tambang pasir dapat diselesaikan.

“Moratorium yang sekian waktu masih kami tutup akan segera kami buka sambil tadi saya konsultasikan kepada Ibu Gubernur terkait tata kelola tambang pasir mulai dari perencanaan jalan khusus tambang pasir hingga pembangunan stockpile terpadu,” ujarnya.

Terkait rencana pembangunan stockpile terpadu, Cak Thoriq mengungkapkan bahwa pembiayaannya tidak mampu hanya ditopang dari APBD Lumajang saja. Dia optimis apabila ada sinergitas Pemkab dengan Pemprov Jatim dalam tata kelola tambang pasir akan semakin cepat diselesaikan.

“Karena pembiayaan tidak bisa mengandalkan APBD Kabupaten Lumajang, memungkinkan pembiayaan lain, ” terangnya.

Ada beberapa alternatif pembiayaan menggunakan regulasi SMI atau Sarana Multi Infrastruktur dari Kementerian Keuangan. Peminjaman modal dari mekanisme SMI, sekiranya ada sinergi dengan Pemprov Jatim tentu ada percepatan tata kelola tambang pasir di Lumajang.

“Semoga Gubernur menyetujui langkah kami,” pungkasnya. (har/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar