Politik Pemerintahan

Bersihkan Sampah di Sungai, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Terjunkan Alat Berat

Kondisi DAM Sungai Sadar di Desa Sadar Tengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sampah yang menggunung menutup pintu DAM di Sungai Sadar tepatnya di Desa Ngarjo dan Desa Sadar Tengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menjadi penyebab banjir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto mulai melakukan pembersihan.

Pembersihan sampah dilakukan dengan menerjunkan alat berat. Lantaran, sampah yang menyumbat DAM mulai dari ranting pepohonan, hingga akar besar dan berbagai bentuk sampah lainnya. Sehingga untuk memudahkan mengangkat tumpukan sampah, Dinas PUPR mengerahkan alat berat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengatakan, belum sampai satu bulan sampah di dua DAM tersebut sudah penuh. “Sehingga kita lakukan peninjauan sebelum kita turunkan alat berat. Ini belum sebulan sudah penuh lagi,” ungkapnya, Jumat (25/12/2020).

Masih kata Bambang, sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari wilayah selatan. Setiap kali hujan deras, tegas Bambang, bisa dipastikan sampah tersangkut di DAM sehingga menyumbat. Selain menerjunkan alat berat, pihaknya juga akan mencari solusi lain.

“Solusi terdekat dibersihkan. Kita akan lakukan upaya susur sungai bersama semua pihak dan masyarakat yang punya bambu harus ajak diskusi agar tidak dibuang ke sungai. Tidak hanya di Mojoanyar, di semua sungai setiap hujan deras selalu ada kiriman sampah,” katanya.

Seperti di wilayah Sungai Marmoyo di Kecamatan Kemlagi. Selama tiga bulan penuh, alat berat milik Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto diterjunkan untuk melakukan normalisasi sepanjang 8 KM. Mulai Desa Mojowiryo hingga Berat Kulon, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

“Di Kabupaten Mojokerto ada 19 sungai yang di tanggani BBWS. Untuk yang kita tangani, yakni yang sekunder dan tersiar atau anak sungai yang menuju lokasi lahan pertanian. Ini juga bisa menyebabkan banjir, jika terjadi pendangkalan bisa meluber dan kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai,” jelasnya.

Jumlah sungai di Kabupaten Mojokerto cukup banyak, sementara tambah Bambang, namun alat berat yang dimiliki Dinas PUPR 17 unit. Sehingga dinilai cukup untuk menangani permasalahan sungai di Kabupaten Mojokerto.

“Seperti di Sungai Marmoyo, Kemlagi. Sendimen perlu dinormalkan agar tidak terjadi penyumbatan,” tegas Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto ini. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar