Politik Pemerintahan

Bersejarah, Permintaan Maaf Bupati Jember Tertulis dalam Nota Pengantar RPJMD

Hendy Siswanto (kiri) dan Itqon Syauqi

Jember (beritajatim.com) – Permintaan maaf yang dilontarkan Bupati Hendy Siswanto dalam sidang paripurna DPRD Jember, Jawa Timur, Senin (30/8/2021), adalah momentum bersejarah dalam kehidupan politik dan tata negara di kabupaten tersebut.

Bupati meminta maaf karena kegaduhan yang diakibatkan pengalokasian anggaran honor pemakaman Covid-19 sebesar Rp 70,5 juta oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuknya sebagai pengarah kegiatan.

Hendy juga berterima kasih terhadap semua kritik soal honor pemakaman pasien Covid-19 yang ditujukan kepadanya, karena alokasi anggaran tersebut. Permintaan maaf dan ucapan terima kasih ini dimasukkan secara resmi dalam naskah Nota Pengantar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jember 2021-2024.

“Terus terang saya terharu dan kaget. Saya sangat mengapresiasi. Betapa seorang bupati ini dengan kerendahan hatinya sampai bersedia minta maaf di sidang paripurna kepada seluruh rakyat Jember, dan itu termaktub dalam nota pengantar yang artinya masuk dalam lembar negara,” kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi.

“Saya sangat angkat topi. Saya melihat bupati ini sudah mengesampingkan ego sektoralnya selaku orang nomor satu di Kabupaten Jember. Di situ juga bupati secara detail menyampaikan bahwa honor pemakaman sudah dikembalikan ke kas daerah, dan juga masih dalam teks nota RPJMD, bupati menyampaikan solusi yang menurut saya sangat brilian,” kata Itqon.

Langkah Hendy mengevaluasi seluruh peraturan bupati dan surat keputusan tanpa terkecuali, menurut Itqon, adalah terobosan luar biasa. “Terus terang saya tidak tertarik membahas benar-salah. Tapi saya melihat kejadian kemarin benar-benar dijadikan pelajaran sangat berharga oleh Pak Bupati, dan Pak Bupati menindaklanjutinya dengan rencana yang sangat elegan. Saya kira ini luar biasa. Jauh di luar bayangan saya,” katanya.

“Ini kabar baik buat masyarakat Jember, bahwa masyarakat Jember punya pemimpin yang rendah hati, yang negarawan, sampai minta maaf. Mana ada orang minta maaf di sidang paripurna,” kata Itqon. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar