Politik Pemerintahan

Bersama DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Ziarah ke Makam Pak Tjip

Surabaya (beritajatim.com) – Momentum menyambut HUT ke-75 RI diperingati secara khusus oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Whisnu Sakti Buana. Bersama jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Surabaya, ratusan kader dan simpatisan melakukan ziarah ke makam Ir Soetjipto dan Ir Sudjamiek, yang tak lain orang tua dari Whisnu Sakti Buana.

Ratusan masa dengan atribut partai serba merah, sudah berkumpul pukul 12.30 WIB di Komplek TPU Keputih, Surabaya, Minggu (16/8/2020). Whisnu tiba di lokasi sekitar pukul 12.45 WIB. Tak berselang setelah acara dimulai sekitar lima menit kemudian, nampak hadir Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono.

Rangkaian salah satu agenda DPC partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih ini, sebagai bentuk penghormatan dan mengenang terhadap almarhum Ir Soetjipto, sebagai Tokoh Partai Nasional.

Penyerahan karangan dan tabur bunga diberikan dan dilakukan oleh pengurus DPC serta Whisnu Sakti di kedua makam yang bersebelahan ini. “Kita hadir pada siang hari ini untuk mengenang sekaligus memberikan penghornatan terhadap almarhum Pak Tjip (Sapaan Soetjipto) dan juga rangkaian peringatan HUT RI Ke-75,” terang Adi Sutarwijono dalam sambutannya.

Awi (Sapaan Adi Sutarwijono) ingat betul terhadap sosok Soetjipto semasa hidup. Terutama dalam membesarkan dan mengawal partai PDI Perjuangan.

Sebuah kredo yang masih diingat oleh Politisi sekaligus Ketua DPRD Surabaya ini, adalah tentang loyalitas almarhum terhadap Keluarga Bung Karno.”Beliau tetap membela dan berjuang bersama Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) di partai. Api semangat inilah yang harus kita warisi dalam perjuangan partai,” terang mantan wartawan ini.

Sementara, dalam sambutannya mengenang perjuangan Sang Ayah, Whisnu Sakti menekankan arti sebuah Kepemimpinan. Sosok Pemimpin, dikatakan Wakil Walikota Surabaya yang akrab disapa WS ini tetap menjalankan amanah dalam kondisi apapun. “Dalam medan pertempuran meski kaki tertancap tombak, jangan pernah sekalipun berteriak sakit atau menangis. Pemimpin harus tegar karena kalau terlihat sakit dan menderita, pasukan bisa kocar-kacir,” terang Suami Dini Syafariah Endah ini.

WS mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan partai tetap berjuang penuh dalam mengemban tugas dan mandat partai. “Sama seperti tauladan yang telah diajarkan oleh almarhum Pak Tjip,” katanya. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar