Politik Pemerintahan

Berkhianat, Mantan Bupati Malang Sujud Pribadi Diusulkan Dipecat PDIP

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto

Malang (beritajatim.com) -Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Malang, mengusulkan kader sekaligus tokoh gaek PDI Perjuangan, Sujud Pribadi, dipecat dari keanggotaan dan kepengurusan partai berlambang kepala banteng dan moncong putih.

Usulan pemecatan Sujud yang juga mantan Bupati Malang dua periode dari PDIP itu, kini sudah masuk meja DPP PDI Perjuangan. Pemecatan Sujud dari PDIP, lantaran mantan Bupati Malang itu diduga melakukan pengkhianatan atas keputusan Ibu Megawati Soekarnoputri yang telah mengusung Sanusi dan Didik Gatot Subroto (SANDI) dalam Pilkada Bupati Malang 2020.

“Keputusan pemecatan Sujud Pribadi tersebut juga sudah disetujui dan diteruskan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur kepada DPP PDI Perjuangan di Jakarta,” tegas Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristyanto, Kamis (26/11/2020) melalui siaran persnya.

Kata Hasto, salah satu alasan yang disampaikan pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang adalah, karena Sujud Pribadi telah mengkhianatai keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusung SANDI  dalam pilkada Kabupaten Malang.

“Apa yang dilakukan Sujud Pribadi tersebut melanggar AD/ART Partai serta Peraturan Partai lainnya,” papar Hasto.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyayangkan sikap Sujud Pribadi yang mengkhianati keputusan Bu Mega tersebut.

Padahal, jabatan kursi Bupati Malang lepas dari genggaman PDI Perjuangan Kabupaten Malang setelah Sujud Pribadi menjadi Bupati Malang tahun 2010 yang lalu.

“Harusnya secara moral politik, Sujud bertanggung jawab untuk mengembalikan lagi jabatan Bupati Malang kepada kader PDI Perjuangan bukan malah mendukung pasangan calon lain,” kata Basarah menyesalkan.

Ia melanjutkan, selama ini  dirinya menghormati Sujud Pribadi sebagai kader senior yang ideologis. Tetapi sayangnya, sikap sebagai seorang kader yang ideologis tersebut tidak berbanding lurus dengan kesetiaannya kepada perjuangan partai dan juga kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Kami anggap Sujud Pribadi tidak setia kepada perjuangan partai dan sudah mengkhianati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri,”  terang Ahmad Basarah yang juga Wakil Ketua MPR RI itu.

Sebagai informasi, usulan pemecatan Sujud Pribadi dari PDIP dikarenakan Mantan Bupati Malang itu, lebih mendukung paslon nomer urut 2 LADUB yang diusung PKB ketimbang calon petahana SANDI yang disokong kekuatan penuh PDIP dan koalisi Malang Makmur (Gerindra, NasDem, PPP, Golkar dan Demokrat-red). (yog/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar