Politik Pemerintahan

Berkarya: Pernyataan Soal Mahar Bahayakan Pendidikan Politik

Muhammad Firdaus, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Berkarya Kabupaten Jember, Jawa Timur

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Firdaus, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Berkarya Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengatakan, pernyataan Bupati Faida soal mahalnya harga surat rekomendasi partai untuk pencalonan bupati dan wakil bupati tidak benar.

“Sampai detik ini Dewan Pimpinan Pusat Berkarya (biaya untuk) mengeluarkan rekomendasi B1-KWK untuk pasangan Salam-Ifan (Abdus Salam dan Ifan Ariadna Wijaya) nol rupiah,” kata Firdaus, Kamis (3/9/2020).

Firdaus mengatakan, tuduhan Faida tersebut sangat berlebihan. “Mungkin Bu Faida terlalu antipati kepada partai politik dan karena mungkin berangkat dari jalur independen, sehingga menyerang partai politik dengan (isu) biaya mahal untuk mendapatkan rekomendasi,” katanya.

Dalam acara webinar bertopik perempuan sebagai kepala daerah, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 25 Agustus 2020, Faida menyindir soal perebutan rekomendasi partai politik. “Dan untuk itu saya pastikan, kalau dalam pilkada itu mencari rekom saja perlu uang bermiliar-miliar, sementara gajinya bupati semua orang tahu rata-rata Rp 6 juta, kalau toh ada insentif dan lain-lainnya, dengan biaya yang puluhan miliar itu, saya pastikan sulit untuk menjadi pemimpin yang tegak lurus.”

“Apabila mengawali pencalonan di pilkada dengan cara-cara yang kurang terhormat: membeli kesempatan, membayar kepercayaan, itu bukan suatu awalan yang baik dan saya meyakini tidak akan mendapat rido dari Allah SWT,” kata Faida, yang kemudian menjadi viral karena beredarnya video berdurasi kurang lebih tiga menit di media sosial.

Firdaus menilai Faida sedang menurunkan kredibilitas partai politik. “Bahwa partai politik hanya berurusan dengan mahar dan berbiaya tinggi. Mau tidak mau, pada masyarakat akan terbangun opini, partai politik hanya digunakan untuk mengeruk uang yang tidak jelas. Ini berbahaya bagi pendidikan politik ke depan,” katanya.

“Saya pikir pemimpin harus bijaksana, menyadari bahwa pondasi bangsa ini dibangun dengan politik, sehingga tidak memperburuk suasana dengan memberikan opini-opini liar terhadap partai politik,” kata Firdaus. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar