Politik Pemerintahan

Beredar Video Viral Hancurkan Risma, Ketua Forkom LPMK Ini Mengaku Sedih

Surabaya (beritajatim.com) – Beredar viral video berdurasi 19 detik dari pendukung salah satu paslon di Pilwali Surabaya. Dalam video itu, Mat Mochtar dan beberapa orang menyanyikan plesetan reff lagu ‘Menanam Jagung’ ciptaan Ibu Sud. Reff tersebut diubah liriknya dengan kata-kata ingin menghancurkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak pendukung paslon itu bersama Mat Mochtar.

Dalam video tersebut, juga terlihat Mat Mochtar, kader senior PDI Perjuangan yang telah dipecat DPP PDI Perjuangan, karena tidak patuh terhadap keputusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

Mengenakan baju batik warna cokelat dan peci hitam, Mat Mochtar juga terlihat ikut menyanyikan lagu ‘Hancurkan Risma Sekarang Juga’ sembari mengacungkan dua jarinya. Video itu menuai banyak kecaman.

Salah satunya datang dari Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (Forkom LPMK) Surabaya, Unsi Fauzi. Menurut dia, seharusnya nyanyian tersebut tidak terjadi, jika semua pihak menginginkan Pilkada Surabaya damai, aman dan menyenangkan.

“Yang jelas, saya sangat sedih dan kecewa ada kampanye seperti itu. Mungkin ini kampanye hitam. Saya jelas tidak suka dan kaget ada video yang viral seperti ini. Hati nurani saya berontak melihat video tersebut,” ujar Fauzi saat dikonfirmasi, Kamis (26/11/2020).

Menurut Fauzi, video viral tersebut juga membuat banyak ketua LPMK kecewa karena ada kampanye yang menjelek-jelekkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Bu Risma.
“Sebagai warga Surabaya, mereka tidak terima marwah wali kota direndahkan. Bu Risma itu saat ini masih menjabat wali kota Surabaya. Sehingga, jangan kampanye brutal seperti itu. Dampak buruknya sangat luar biasa,” ungkapnya. “Apanya yang harus dihancurkan dari Bu Risma?” kata Fauzi.

Fauzi juga menyinggung adanya Mat Mochtar di video viral tersebut. Seharusnya, kata Fauzi, Mat Mochtar sebagai tokoh senior di Surabaya bisa memberikan contoh kampanye yang menyejukkan. Tidak justru ikut menyanyikan lagu hancurkan Bu Risma. “Saya sangat menyesalkan beliau ikut menyanyikan lagu yang sangat provokatif itu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mat Mochtar yang dikonfirmasi beritajatim.com melalui sambungan telpon, Kamis (26/11/2020) mengakui kebenaran video tersebut yang diambil pada Rabu (25/11/2020) kemarin. “Selama ini Bu Risma lah yang menghancurkan PDI Perjuangan. Saya sampai dipecat gara-gara Bu Risma lho. Saya sudah dihancurkan lho. Sebelum hancur semua, lebih baik Bu Risma yang dihancurkan. Ini biangnya kan Bu Risma. Dengan adanya ini semua, karena keserakahan Bu Risma. Akhirnya, PDIP tidak memberikan rekom kepada kader, ini kan gara-gara Bu Risma. Apakah itu tidak menghancurkan PDIP, Bu Risma itu?” ujarnya.

Mat Mochtar menambahkan, seharusnya Risma sebagai Wali Kota Surabaya dan Ketua DPP PDIP tidak berbuat seperti itu. Seharusnya, rekom diberikan kepada Whisnu Sakti Buana, kader PDIP yang sudah menjadi Wakil Wali Kota dua periode. “Bu Risma kalau tidak suka Mas Whisnu, seharusnya kan bilang kepada Bu Mega dulunya. Bisa bilang Bu Mega mohon maaf, saya tak suka Mas Whisnu, Mas Whisnu suruh nyaleg DPR aja, biar nanti Pak Eri yang mendampingi saya. Lho enak kan, Mas Whisnu isok nyaleg, Pak Eri dadi wakil. Semestinya kan begitu Mas, kalau memang Bu Risma itu orang baik. Bukannya dijegal saat mau maju wali kota seperti ini. Ini yang membuat saya kecewa,” jelasnya.

“Bu Risma ini memang ada penghancuran untuk PDI Perjuangan. Buktinya, saya dipecat, Mas Seno (Jagad Hariseno, red) dipecat. Saya ini orang biasa, saya orang kampung. Saya bukan pengurus partai, anak ranting saya nggak. Lho saya kok ikut-ikut dipecat, berarti PDIP dihancurkan sama Bu Risma ini. Kenapa PAC-PAC yang ikut tidak dipecat, pecat semua seharusnya, jangan pilih-pilih. Sebelum PDIP dihancurkan di Surabaya ini, ya hancurkan dulu Bu Risma. Saya sudah dihancurkan, saya sudah dipecat kok. Apa salahnya kalau saya membalas. Hancurkan Bu Risma, daripada nanti hancur semua,” imbuhnya.

Video ‘Hancurkan Risma Sekarang Juga’ yang beredar viral itu apakah benar video baru? “Baru, baru itu. Baru kemarin. Di mananya (lokasi pembuatan video), saya nggak ngerti. Pokoknya, ada video, saya dishare, terus anak-anak buat seperti itu. Saya disuruh berdiri, ya saya ikut saja,” pungkasnya. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar