Politik Pemerintahan

Pilkada Ponorogo 2020

Beredar Surat Rekom Sugiri dan Lisdyarita, PAN Ponorogo: Itu Bukan Rekom Tapi Surat Tugas

Bendahara DPD PAN Ponorogo Puryono (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Belakangan ini beredar di grup-grup whatsapp gambar surat rekomendasi dari DPP PAN. Dalam surat itu, memutuskan Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, sebagai bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) pada Pilkada Ponorogo tahun 2020.

Surat yang ditandatangani oleh tim Pilkada Pusat DPP PAN itu, merekomendasikan keduanya berdasarkan hasil verifikasi, validasi, dan akurasi serta menilai hasil lembaga survei yang independen untuk pemenangan Pilkada 2020.

Ketika awak media mencoba mengkonfirmasi Puryono, bendahara DPD PAN Ponorogo membantah jika surat yang beredar di grup-grup WA itu merupakan surat rekomendasi. Surat tersebut merupakan surat tugas untuk Sugiri dan Lisdyarita sebagai bacabup dan bacawabup. “Jika itu rekomendasi DPP, yang melakukan tanda tangan bukan tim pilkada melainkan ketua umum dan sekjen DPP PAN,” kata Puryono, Minggu (16/8/2020).

Surat tugas yang diberikan kepada Giri dan Rita itu, untuk pengantar keduanya menjalin komunikasi dengan partai politik (parpol) lain. Sehingga kelak dapat mendapatkan koalisi parpol lain untuk memenuhi persyaratan pencalonan di pilkada. Selain itu juga untuk melakukan komunikasi intensif dengan DPD, DPW dan DPP untuk menggerakkan mesin partai dan membuat program pemenangan Pilkada. “Mereka diberi tugas dari DPP untuk menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk berkoalisi,” katanya.

Sebab untuk bisa mengusung pasangan calon (paslon) sendiri tidak mungkin, mengingat kursi PAN di DPRD Ponorogo hanya 3 orang. Sedang syarat untuk mengusung paslon minimal 9 kursi di parlemen. Tentu harus berkoalisi dengan parpol lain, jika ingin mengusung paslon di Pilkada nanti. “Tentu harus berkoalisi jika ingin mengusung paslon sendiri dalam Pilkada,” katanya.

Puryono menambahkan jika dunia politik itu sangat dinamis. Meski sudah mendapatkan surat tugas itu, belum tentu nantinya juga mendapatkan rekomendasi. “Dunia politik itu sangat dinamis, belum tentu yang mendapatkan surat tugas juga pasti akan mendapatkan surat rekomendasi,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar