Politik Pemerintahan

Berduaan di Kamar Kos, Tenaga Pengajar Terjaring Razia Satpol PP Kota Mojokerto

Pasangan bukan suami-istri diamankan anggota Satpol PP Kota Mojokerto saat razia kamar kos.

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto bersama anggota Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto melakukan razia ke sejumlah tempat kos di Kota Mojokerto. Petugas menemukan pasangan tenaga pengajar yang keluar kamar kos, saat petugas datang.

Keduanya terjaring di sebuah tempat kos di Jalan Raya Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Dalam razia tersebut, petugas mencari sasaran yakni penghuni kos yang tidak memiliki identitas maupun pasangan yang kedapatan di dalam kamar yang memiliki identitas berbeda alamat.

Sasaran pertama yang di kawasan Kuwung, Keluruhan Meri. Petugas yang dibagi dua tim ini menyisir sejumlah kamar kos yang berada dalam satu komplek tersebut. Hasil didapat, satu pasangan dalam satu kamar yang bukan suami istri dan satu perempuan. Ketiganya langsung digiring ke mobil Satpol PP Kota Mojokerto.

Lokasi kedua yakni tempat kos di Jalan Meri. Di tempat ini, tim kembali dibagi dua karena banyaknya kamar yang ada di tempat kos tersebut. Alhasilnya, satu pasangan keluar kamar saat petugas datang. Seorang perempuan memakai jilbab warna pink muda turun tanpa masker dan bergegas saat bertemu petugas.

Ia berdalih hendak mengambil masker yang tertinggal di mobil miliknya yang di parkir di halaman tempat kos. Di belakangnya, seorang laki-laki mengenakan kemeja putih dan celana hitam tersebut dengan memakai helm terlihat membetulkan kancing kemejanya turun dari lantai II.

Saat diminta menunjukkan identitasnya, petugas menemukan status perempuan tersebut merupakan tenaga pengajar di salah satu universitas. Keduanya langsung digiring ke mobil Satpol PP dan dibawa ke kantor Satpol PP di Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto.

Petugas melanjutkan menyisir tempat kos di Jalan Empu Nala dan Kelurahan Kedundung. Dari hasil razia didapat, yakni tiga pasangan bukan suami-istri berada dalam satu kamar dan empat orang tak memiliki identitas. Mereka langsung dilakukan tes urine oleh anggota BNNK Kota Mojokerto dan di data oleh anggota Satpol PP Kota Mojokerto.

Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Penertiban Umum Satpol Pol PP Kota Mojokerto, Fudi Harijanto membenarkan, ada pasangan tenaga pengajar yang berada di dalam kamar dan turun dari lantai II saat petugas datang. “Iya salah satu pelanggar adalah salah satu tenaga pengajar di salah satu universitas,” ungkapnya, Senin (30/11/2020).

Masih kata Fudi, keduanya diamankan di tempat kos di Jalan Raya Meri dan perempuan diketahui berstatus tenaga pengajar di salah satu universitas. Saat diminta menunjukkan identitas, lanjut Fudi, identitas keduanya berbeda alamat sehingga langsung digiring ke mobil Satpol PP Kota Mojokerto untuk dilakukan pendataan.

“Juga didapati ada tiga orang beda jenis kelamin berkumpul dalam satu kamar. Oleh BNNK Mojokerto dilakukan tes urine semua pelanggar, kita masih menunggu hasilnya. Razia dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dengan sasaran kos-kosan,” tugasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar