Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Berdayakan Potensi Desa, Bupati YES Harapkan Jadi Pengungkit Kemandirian Ekonomi

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES)

Lamongan (beritajatim.com) – Melalui program desa berdaya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lamongan menekankan penajaman berbagai potensi desa yang dapat diinovasikan. Hal tersebut memiliki orientasi agar inovasi itu mampu menghasilkan economic branding bagi tiap-tiap desa yang serius dalam mengembangkan potensi desanya.

Berdasarkan IDM (Indeks Desa Membangun) tahun 2021 Kabupaten Lamongan, terdapat 34 desa yang berstatus desa mandiri, 157 desa maju, dan 271 desa dengan status berkembang. Dari 34 desa mandiri di Kabupaten Lamongan itu, di antaranya ada 10 desa yang masuk dalam program berdaya pada tahun 2021, serta mendapatkan bantuan pendanaan dari provinsi sebesar Rp 100 juta per desa.

Selanjutnya, 10 desa mandiri yang masuk dalam program desa berdaya ini, diketahui berasal dari 5 kecamatan, yakni Kecamatan Paciran yang terdiri dari Desa Banjarwati, Desa Kranji, Desa Paciran, dan Desa Tunggul, lalu Kecamatan Sekaran yang terdiri dari Desa Bulutengger dan Desa Sekaran. Kemudian Kecamatan Karanggeneng yang terdiri dari Desa Karanggeneng dan Desa Latukan, serta Kecamatan Brondong yakni Desa Sedayulawas. Yang terakhir yakni Kecamatan Sugio di Desa Sugio.

Kegiatan pemaparan potensi desa yang berlangsung di Ruang Airlangga Gedung Sekretariat Daerah Lamongan, pada Kamis (23/9/2021).

Dalam kesempatan ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan, bahwa pihaknya merasa sangat senang melihat desa-desa di Kabupaten Lamongan dapat mengangkat dan memanfaatkan potensi yang ada di desanya masing-masing. Menurutnya, hal tersebut merupakan kekuatan besar untuk mengungkit perekonomian Lamongan ke depannya.

“Saya tahu, Lamongan memiliki potensi-potensi yang luar biasa. Saya senang sekali melihat potensi-potensi ini yang kemudian dapat diberdayakan, itu sudah menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Keinginan saya, hal ini bisa terus dilanjutkan, terus ada kontinuitas,” ungkap Bupati yang akrab disapa Bupati YES itu, di Ruang Airlangga Gedung Sekretariat Daerah Lamongan, pada Kamis (23/9/2021).

Kegiatan pemaparan potensi desa yang berlangsung di Ruang Airlangga Gedung Sekretariat Daerah Lamongan, pada Kamis (23/9/2021).

Sejalan dengan visi Pemkab Lamongan terkait gerakan membangun pariwisata ramah dan terintegrasi (Ramasinta), Bupati YES menginginkan, bahwa seluruh sektor yang ada dapat digabungkan dengan pariwisata. Selain itu, Bupati YES juga menekankan agar desa berdaya ini dapat terus berjalan, sehingga kolaborasi berbagai pihak untuk pembinaannya sangat perlu dilakukan.

“Sesuai visi Ramasinta, saya ingin menggabungkan semua sektor dengan pariwisata, contohnya seperti sport-tourism, agrowisata. Maksud saya semua sektor didorong untuk dikaitkan dan digabungkan dengan pariwisata, jadi kebangkitan ekonomi dari pariwisata. Cara pembinaannya juga, Dinas PMD bisa bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dengan dimasukkan kurikulum pembelajaran,” tambah Pak YES.

Sementara itu, Ketua Pendamping Desa, Yuris memaparkan, bahwa potensi desa yang diangkat tersebut meliputi wisata edukasi religi Mbah Mayang Madu, Art of Letter, Gemerlap Pasar Cendere, Pemandian air hangat Brumbun, Wisata Kampung ‘KOI LA’, 1001 desa oleh-oleh, produk air minum ‘Putri Sidongayah’, edukasi Maggot, wisata alun-alun pasar modern, café dan rest area.

“Tentu kami berharap bahwa 34 Desa Mandiri di Kabupaten Lamongan ini bisa menjadi penggerak, pengungkit kemandirian perekonomian desa di Lamongan,” tandas Yuris. [riq/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar