Politik Pemerintahan

Beras BPNT Sudah Layak, Agen Penyaluran Minta Kualitas Dipertahankan

Tuban (beritajatim.com) – Setelah dilakukan pengawasan dan pengecekan secara ketat oleh berbagai pihak dalam penyalurannya, kualitas beras dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) semakin bagus dan sudah sesuai dengan standar beras medium yang telah ditetapkan pemerintah.

Sejumlah agen atau e-warung yang menyalurkan program beras BPNT yang ada di wilayah Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban mengakui jika kualitas beras BPNT saat ini sudah bagus dan layak konsumsi. Para agen dan juga para warga penerima manfaat berharap kualitas beras program BPNT itu terus dijaga kualitasnya.

PantauanĀ beritajatim.comĀ di lapangan, sebelum dilakukan pendistribusian ke masing-masing agen atau E-warung, beras bantuan pemerintah tersebut secara sampling dilakukan pengecekan di Kantor Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Pengecekan dilakukan secara bersama-sama oleh pihak kecamatan, pihak kepolisian dan juga petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Pemeriksaan beras secara teliti mulai meliputi kondisi pecahan beras yang tidak boleh lebih dari 25 persen. Kondisi bau dari beras, apakah apek atau tidak serta kondisi beras berkutu atau tidak.

“Setiap bulan sebelum dilakukan pendistribusian ke masing-masing agen kita periksa terlebih dahulu. Yang bulan ini (Agustus) sudah layak sesuai standart yang ditentukan,” ungkap Gurham, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Grabagan, Kabupaten Tuban setelah memeriksa beras bantuan program BPNT itu.

Sekcam menegaskan, jika dalam pengecekan itu ditemukan adanya beras yang tidak layak maka beras akan langsung dikembalikan kepada suplayer yang akan mengirim ke agen-agen yang ada. Sehingga beras yang diterima oleh KPM benar-benar layak untuk dikonsumsi dengan kualitas medium.

Sementara itu, sejumlah agen pendistribusian beras BPNT yang ada di Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban tersebut mengakui jika beras-beras BPNT yang dikirim oleh suplayer itu kondisinya sudah baik. Terlebih untuk beras yang dikirim pada bulan Juli 2020 kemarin sangat layak dan tidak sampai ada komplain dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Sudah tiga bulan terakhir ini kualitas berasnya sudah bagus, terutama yang bulan kemarin. Beda dengan beberapa bulan sebelumnya,” terang Sugik Prastiyo (31), agen penyaluran program BPNT Desa Dahor, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban.

Sugik mengaku, jika selama ini ia menjadi agen penyaluran program BPNT tersebut setiap bulannya bisa menghabiskan sebanyak sekitar 200 sak beras yang masing-masing berisikan 15 kilogram itu. Hal itu bisa naik turun lantaran masing-masing KPM bisa bebas memilih agen untuk mencairkan bantaun pemerintah tersebut.

“Setiap bulan rata-rata bisa menyalurkan 200 sak, tidak tentu kadang kurang juga kadang lebih. Kalau misalkan lebih setiap bulannya berasnya pasti langsung diganti berasnya oleh suplayer. Kita berharap supaya kualitas beras seperti ini tetap dipertahankan,” tambah Sugik Prasetyo.[mut/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar