Politik Pemerintahan

Beras BNPT di Tuban Kualitasnya Premium, Pengawasan Distribusi Dilakukan Ketat

Tuban (beritajatim.com) – Sejak dua bulan terakhir ini, beras dari bantuan pemerintah dari program Bantuan Pangan Non Tunia (BPNT) yang disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berada di wilayah Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban secara keseluruhan sudah berupa Beras Premiun sesuai dengan permintaan dari para penerima.

Namun, untuk menjaga kualitas beras yang didistribusikan dari suplayer ke masing-masing agen supaya tetap sesuai standart dan tidak asal-asalan pengawasan ketat pendistribusian tetap terus dilakukan. Sebelum dikirim ke agen penyalur, beras program BNPT itu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu di tingkat kecamatan oleh Fokopimcam bersama tim Dinas Sosial dan juga pihak TKSK di kantor Kecamatan Grabagan, Tuban, Jumat (9/10/2020).

Pemeriksan kualitas Beras Premiun yang akan dikirim ke masing-masing Agen penyelur BPNT itu dilakukan pengecekan secara bersama-sama guna melihat secara sampling beras yang akan dikirim. Pasalnya, mulai bulan kemarin beras BPNT di kecamatan tersebut yang sebelumnya berkualitas medium sudah diganti dengan beras kualitas premiun.

“Dari hasil pengecekan bersama-sama, Alhamdulillah beras yang didrop untuk KPM BPNT kualitasnya memang bagus,” terang Joko Supriyanto, Camat Grabagan, Kabupaten Tuban setelah pemeriksaan beras itu.

Selain dilakukan pengawasan di tingkat kecamatan, sejumlah agen juga diminta untuk ikut mengawasi bagaimana kualitas beras yang akan dikirim. Kalaupun di lapangan atau di agen masih ditemukan adanya beras BPNT itu kualitasnya jelek supaya segera dikembalikan untuk diganti dengan beras yang kualitasnya telah ditentukan.

“Untuk terus menjaga kualitas, tentu harus selalu dipantau agar beras BPNT sesuai yang dikehendaki Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” tegasnya.

Pada bulan Oktober 2020 ini, untuk jumlah order penyaluran beras BPNT di Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban itu sendiri terdapat sebanyak 3.700 KPM yang tersebar di seluruh desa yang ada di kecamatan itu. Meski kualitasnya beras yang diterima oleh KPM itu premium, namun jumlahnya masih sama sebanyak 15 kilogram untuk masing-masing penerima.

“Mulai bulan September kemarin untuk penyaluran sudah beras premium. Jumlahnya sama, beras 15 kilogram, telur 1 kilogram dan ditambah tahu tempe,” ungkap Cholil Fadholi, selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Grabagan, Tuban.

Sementara itu, Risyat (37), salah satu warga yang menjadi penerima program BPNT tersebut mengaku lebih senang dengan kondisi beras yang diterima saat ini. Pasalnya, meski berupa dari pemerintah, mereka bisa menikmati kualitas beras premiun itu. “Ya lebih suka kalau beras premiun ini, lebih enak kalau dimasak. Kalau bisa ya dipertahankan berasnya seperti ini,” ungkap Risyat, salah satu warga penerima KPM di Kabupaten Tuban.[mut/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar