Politik Pemerintahan

Bendera Setengah Tiang untuk Wakil Bupati Pamekasan

Bendera Negara Setengah Tiang di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Jum'at (1/1/2021).

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengeluarkan Surat Edaran pengibaran bendera setengah tiang, guna memberikan penghormatan kepada Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e yang mengakhiri masa tugas karena mangkat.

Surat Edaran tersebut diperuntukkan kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Badan Usaha Milik Daerah (UMD) se kabupaten Pamekasan. Termasuk para camat, lurah dan kepala desa se kabupaten Pamekasan.

“Sesuai dengan Pasal 12 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, kepada seluruh SKPD di masing-masing satuan kerja agar mengibarkan bendera negara setengah tiang pada Jum’at (1/1/2021) selama satu hari,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Pengibaran bendera setengah tiang tersebut dimaksudkan untuk memberikan penghormatan sekaligus penghargaan kepada Wakil Bupati Raja’e yang meninggal dunia akibat sakit yang diderita di RSUD dr Soetomo Surabaya, Kamis (31/12/2020) kemarin.

Moment kebersamaan Bupati Pamekasan, Badrut Taman bersama Sang Wakil, Raja’e.

“Edaran ini untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Wakil Bupati Pamekasan, yang telah wafat pada Kamis Tanggal 31 Desember 2020 pukul 14:15 WIB di Surabaya,” sambung bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan duka cita mendalam, sekaligus berharap yang terbaik bagi sahabat karib seperjuangan. “Kami atas nama pribadi dan atas nama pemerintah kabupaten Pamekasan, menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya untuk saudara seperjuangan,” ungkapnya.

“Kami bersaksi bahwa almarhum merupakan sosok yang baik dan penuh semangat, semoga segala amal perbuatan, perjuangan dan pengabdian beliau diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabatan dan ketabahan,” harapnya.

Wakil Bupati Raja’e dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14:15 WIB di RSUD dr Soetomo Surabaya, almarhum sempat menjalani perawatan intensif karena kondisinya sangat kritis akibat sesak nafas. Ia dirawat di Surabaya sejak 15 Desember 2020 lalu.

Kondisi Wabup Raja’e sempat drop akibat tingginya intensitas tugas yang dijalani, khususnya dalam dua bulan terakhir. Termasuk kegiatan Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA) XI Lemhanas RI di Jakarta, terhitung sejak 28 September hingga 7 Desember 2020 lalu. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar