Politik Pemerintahan

Belum Digaji 2 Bulan, Ratusan Pasukan Kuning di Jember Tetap Bekerja Keras

Jember (beritajatim.com) – Sekitar 300 orang anggota pasukan kuning yang bertugas membersihkan sampah di tempat-tempat umum di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum menerima gaji selama dua bulan ini.

“Mereka belum dapat honor selama November dan Desember. (Gaji) belum turun juga. Jadi kami merasa berutang budi kepada semua tenaga honorer di Kabupaten Jember ini yang begitu bersemangat, meski belum menerima honor, tapi tetap menjalankan tugas untuk menjaga kebersihan di kota,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jember Arismaya Parahita.

Arismaya belum tahu alasan belum dicairkannya pengajuan honor dari Dinas Lingkungan Hidup kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. “Biasanya sih tahun-tahun dulu tidak seperti ini,” katanya.

Sekretaris Daerah Mirfano menyarankan Arismaya untuk melaporkan hal ini kepada Bupati Faida. “Mudah-mudahan beliau segera membaca laporan kami dan meng-Acc permohonan kami, sehingga tidak ruwet di bawah,” kata Arismaya.

Persoalan yang dihadapi Dinas Lingkungan Hidup cukup kompleks. Selain honor untuk pasukan kuning belum cair, realisasi dana untuk bahan bakar minyak truk pengangkut sampah juga belum disetujui BPKAD. Arismaya memperkirakan dalam dua tiga hari ini pelayanan sampah bisa macet jika tak ada solusi.

“Kalau soal pembersihan (sampah) masih bisa dilakukan. Tapi untuk mengangkut dari titik-titik kumpul sampah sampai ke depo dan dari depo ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) kan perlu BBM. Kemampuan kami paling hanya dua tiga hari ini,” kata Arismaya.

Setiap hari, ada 80-90 ton sampah perkotaan harus diangkut. Keterlambatan pengangkutan sampah selama dua hari di Pasar Tanjung saja, menurut Arismaya, sudah memantik protes pedagang. “Saya kira ini akan sangat berdampak dan terasa bagi masyarakat kalau ini tak tertangani. Jangankan dua hari, satu hari saja di alun-alun sampah sudah menumpuk,” kata Arismaya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar