Politik Pemerintahan

Belum Bubarkan PT SMP, Ini Pertimbangan Bupati Sampang

Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi

Sampang (beritajatim.com) – Poin kedua rekomendasi DPRD Sampang yang berisi meminta kepada bupati agar membubarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Sampang Mandiri Perkasa (SMP), belum sepenuhnya disetujui. Pasalnya, ada beberapa catatan penting sebelum melakukan pembubaran.

“Pada prinsipnya kami pemerintah daerah sepakat dan setuju untuk pembubaran itu. Malah kita sudah duduk bersama dengan teman-teman dewan serta Panja,” terang Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi saat dihubungi melalui jaringan telepon selulernya, Senin (22/2/2021).

Tetapi, lanjut pria yang akrab disapa H.Idi ini, dirinya mempunyai alasan kuat kenapa PT. SMP belum dibubarkan. Diantaranya berkaitan dengan kerjasama dengan PT Asa Perkasa, kemudian tentang saham PT SMP sebesar 51 persen, 48 Asa Perkasa dan 1 persen PKPRI.

“Makanya kita minta diadakan audit independent, berapa hutang dan piutang PT SMP kemudian asetnya kemana. Jangan sampai kemudian dibubarkan banyak masalah dan tagihan-tagihan ke PT SMP. Makanya saya tidak mau menanggung dosa, karena PT SMP ini sudah amburadul sejak dulu,” tegasnya.

Tak hanya PT SMP yang menjadi rekomendasi DPRD Sampang untuk dibubarkan. Tetapi, BUMD lainnya yakni PT Sampang Sarana Shorebase (SSS) juga bermasalah. “Nah PT SSS ini juga bermasalah,” ucap Bupati.

Sekedar diketahui, hasil tim Panja menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Jawa Timur yang kemudian diparnipurnakan di DPRD Sampang menghasilkan 8 rekomendasi. [sar/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar