Politik Pemerintahan

Kasi PHU Kemenag Kabupaten Mojokerto:

Belum Ada Calon Jemaah Haji Tarik Pelunasan BPIH

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali

Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada pelaksanaan ibadah haji 1441 Hijriah karena penyebaran Covid-19. Para calon jemaah haji yang batal berangkat tahun ini bisa menarik kembali Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah mereka bayarkan.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kasi PHU), Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali mengatakan, calon jamaah haji Kabupaten Mojokerto yang sudah melakukan pelunasan di tahun 2020 sejumlah 1.261 orang. “Dokumen semua sudah kami siapkan, bahkan paspor dan bukti pelunasan semua sudah ada di asrama haji,” ungkapnya, Selasa (8/6/2021).

Semua tinggal menunggu penetapan kuota dan request visa. Namun karena penetapan kuota belum ditetapkan sehingga request visa juga belum turun. Ditambah menyusul terbitnya Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriyah atau 2021 masehi.

“Keburu terbitnya KMA 660 sehingga insya Allah tahapan berikutnya kami akan mengembalikan paspor kepada jamaah seperti kausal yang ada di KMA 660. Sampai detik ini, belum ada (calon jamaah menarik kembali BPIH, red) dan mulai 2020 pun, pelunasan 2020 Kabupaten Mojokerto secara kebetulan belum ada yang mengambil pelunasan BPIH,” katanya.

Mukti menambahkan, dari 1.261 calon jamaah haji Kabupaten Mojokerto yang melunasi BPIH tahun 2020 dan setelah terbitnya KMA Nomor 660 Tahun 2021, belum ada calon jamaah haji yang mengambil uang pelunasan BPIH. Namun jika ada para calon jamaah haji yang batal berangkat tahun ini bisa menarik kembali BPIH yang telah mereka bayarkan.

“Sebagaimana proses pembatalan, mereka hanya menyetorkan bukti lunas tahun 2020 asli, fotocopy KTP dan asli serta buku rekening. Nantinya akan diproses dan diajukan permohonan, setelah dilakukan verifikasi dan dibuat surat pengantar dari Kepala Kemenag, nanti tinggal menunggu pencairan uang ke rekening yang bersangkutan. Ini hak calon jamaah,” jelasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar