Politik Pemerintahan

Ribuan Pemilih di Kabupaten Kediri Belum Rekam Data KTP Elektronik

Kediri (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kediri menemukan belasan ribu pemilih belum melakukan perekaman data untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Temuan tersebut berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) dalam proses pemutakhiran data pemilih yang dilaksanakan, sejak 15 Juli – 13 Agustus 2020.

Eka Wisnu Wardhana, Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Kediri mengatakan, dari jumlah daftar pemilih sebanyak 1.308.864 pemilih yang sudah dicoklit, yang belum perekaman sebanyak 15.924 jiwa.

“Jumlah pemilih yang belum melakukan perekaman data KTP Elektronik ini mencapai 15.924 jiwa. Mereka ini diketahui setelah petugas pemutakhiran data pemilih atau PPDP melakukan coklit data pemilih dengan mendatangi kediaman masing-masing,” kata dia.

Pemilih yang belum melakukan perekaman data KTP-el tersebut belum bisa dimasukan dalam coklit data pemilih karena untuk menjadi pemilih syaratnya warga harus memiliki KTP elektronik.

Untuk itu pihaknya kata dia, terus berkordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kediri agar warga yang belum merekam data KTP ini bisa segera melakukan perekaman sehingga bisa diterbitkan nomor induk kependudukan (NIK) serta dapat memiliki KTP elektronik.

Eka Wisnu Wardhana, Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Kediri

Ditambahkan Wisnu, proses coklit data pemilih untuk Pilkada Serentak 2020 yang mereka laksanakan saat ini sudah mencapai 100 persen dari jumlah data pemilih yang diturunkan sebanyak 1.308.864  jiwa. Dengan melibatkan 3.311 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) telah mengunjungi sebanyak 556.948 KK.

Data KPU menyebutkan, untuk pemilih baru sebanyak 54.129 jiwa. Sementara pemilih tidak memenuhi syarat atau TMS sebesar 125.589. Terdiri dari meninggal dunia sebanyak 58.524, ganda 7.348, dibawah umur 57, pindah domisili 13.900, pemilih tidak dikenal 11.104, TNI 190, Polri 230, dan bukan penduduk sebanyak 34.236 jiwa.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Kediri Wirawan mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kegiatan perekaman data kependudukan. Sebab, diperkirakan ada 20 ribu warga kabupaten kediri dari kelompok pemilih pemula yang belum melakukan perekaman e-KTP, hingga hari pelaksaan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Dalam upaya perampungan perekaman data kependudukan ini, Dispendukcapil melakukan terobosan jemput bola. Melalui program Sabtu Ceria, petugas keliling ke desa-desa untuk melakukan perekaman e-KTP. Program ini memprioritaskan kelompok lansia, disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

“Aktivitas tersebut juga tidak mengesampingkan protokol kesehatan, seperti, memakai alat pelindung diri dan mewajibkan pemohon layanan memakai masker dan menjaga jarak,” katanya.

Wirawan menambahkan, untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan, pihaknya telah bekerjasama dengan 26 kecamatan. Sehingga warga dapat melakukan perekaman data kependudukan dan kebutuhan adminduk lainnya di kantor kecamatan masing-masing. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar