Politik Pemerintahan

Belanja Daerah Kabupaten Gresik 2022 Capai Rp 3,6 Triliun

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tengah) saat memimpin Musrenbang bersama Ketua DPRD Abdul Qodir (kiri) dan Pj Sekda Abimanyu Pontjo Atmodjo Iswinarno (kanan)

Gresik (beritajatim.com) – Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik tahun 2022 mencapai Rp 3,6 triliun. Dari jumlah itu, 23,53 persen dialokasikan untuk pendidikam, 16,26 persen kesehatan, dan 12,75 persen untuk insfrastruktur dasar.

“Kerangka pendanaan indikatif ini masih dapat berubah seiring dengan penyelarasan usulan partisipatif, politis, inisiatif strategis lainnya secara insklusuf sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Kamis (18/03/2021).

Pada Musrenbang RKPD tahun 2021 yang dipimpin Gus Yani, fokus pada perencanaan pembangunan menuju Gresik Baru dengan mempertimbangkan isu strategis pembangunan berskala global, regional dan nasional. Tema pembangunan Gresik tahun 2022 yaitu, percepatan transformasi ekonomi insklusif dan pemulihan sosial menuju Gresik Baru.

“Melalui program nawakarsa, kami akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Gresik. kami sudah mempersiapkan dengan pembangunan jalan, pembebasan lahan untuk tanggul dan retarding basin (kolam retensi untuk menampung air sementara) untuk penaggulangan banjir Kali Lamong,” kata Gus Yani.

Bupati termuda di Kabupaten Gresik itu juga memfokuskan konsep Gresik Membangun Dusun (Gerbang Dusun), kartu gotani, rintisan usaha start-up, ekowisata dan berbagai program prioritas yang lain.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi menuturkan, ada sembilan prioritas tematik. Terdiri dari Gresik akas, Gresik seger, Gresik Mapan, Gresik Agropolitan, Gresik karya, Gresik Cerdas, Gresik Sehat, Gresik Barokah dan Gresik Lestari.

“Dari junlah prioritas tematik tersebut menghasilkan 63 output kunci yang sudah dialokasikan pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pelaksanannya,” tandasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar