Politik Pemerintahan

Begini Penerapan Protokol Kesehatan Saat Pencoblosan di Tengah Pandemi Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg.Arbani Mukti

Malang (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg.Arbani Mukti Wibowo menjamin, pelaksanaan pencoblosan untuk pasien positif Covid-19 aman, dan tidak akan resiko penularan.

Kata Arbani, semua pelaksanaan pencoblosan tersebut akan dikawal oleh petugas kesehatan secara aman dan tepat.

“Baik pasien maupun petugas TPS kita bekali dengan alat pelindung diri. Kalau petugas TPS akan kita kenakan hazmat lengkap,” ungkap Arbani, Senin (23/11/2020) siang.

Sedangkan pasiennya, lanjut Arbani, juga harus memakai sarung tangan karet saat melakukan pencoblosan.

“Paku yang digunakan untuk mencoblos harus sekali pakai, harus dibuang nanti,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPU Kabupaten Malang memastikan seluruh warga Kabupaten Malang tidak akan kehilangan hak pilihnya, meskipun pasien positif Covid-19.

Namun, ada mekanisme khusus yang akan diterapkan untuk pemilih yang positif Covid-19. Komisioner Bagian Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika menjelaskan bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit maka daftar pemilihnya akan dipindah di TPS yang dekat dengan rumah sakit tersebut.

“Misalnya ada warga Kecamatan Dau positif Covid-19, di rawat di RSUD Kanjuruhan, maka daftar pemilihnya akan dipindah di TPS di daerah Kecamatan Kepanjen,” paparnya.

Sedangkan mekanisme pencoblosannya, menurut Dika, pasien akan didatangi langsung oleh petugas PPS setempat.

“Tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta di dampingi petugas kesehatan. Sehingga dipastikan tidak ada kontak langsung dengan pasien,” pungkasnya. (yog/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar