Politik Pemerintahan

Begini Makna Golput di Mata Politisi PSI

Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh PSI Dhimas Anugrah meminta agar seluruh masyarakat menggunakan hak pilih mereka di Pemilu 2019 ini. Hal itu, menurutnya, didasari fakta bahwa golput tidak akan mengubah apapun.

“Perubahan dalam kehidupan berbangsa takkan bisa dilakukan dengan bersikap diam alias golput,” ujar Dhimas, Jumat (8/3/2019).

“Sebab, dengan tidak memilih pun, anggota DPR RI tetap akan berjumlah 575 orang. Juga dengan tidak memilih, Presiden dan Wakil Presiden tetap akan terpilih pada Pilpres tahun ini,” tambahnya.

Caleg DPR RI ini turut mengingatkan bahwa suka atau tidak suka, orang-orang golput tetap harus mengikuti pilihan orang lain yang berpartisipasi dengan mencoblos pada Pemilu 2019.

“Karena itu, menggunakan hak pilih adalah cara terbaik untuk membawa perubahan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Caleg untuk Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo ini.

Pria kelahiran Surabaya 37 tahun lalu itu berharap bahwa kekecewaan terhadap partai politik yang mengkhianati kepercayaan rakyat, serta kemarahan terhadap para anggota DPR yang korup, tidak harus dituangkan melalui sikap golput.

“Dengan tidak menggunakan hak suara, justru akan terjadi pembiaran orang-orang jahat untuk tetap menguasai dunia politik Indonesia, dan ini mencederai kedaulatan rakyat,” tegas Dhimas.

“Jadi, agar gedung parlemen tak diisi lagi dengan para mafia, koruptor, dan antek-antek mereka, kita wajib datang ke TPS dan berani memberikan suara kita pada partai dan orang-orang yang layak dipercaya,” seru pria yang tengah menuntaskan studi Doktoralnya di Oxford University ini.

“Pilihlah orang-orang yang tepat untuk duduk di DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, dan DPR RI. Memilih calon anggota DPR yang tepat adalah salah satu cara untuk menyelamatkan negara ini dari beragam masalah,” pungkas Dhimas. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar