Politik Pemerintahan

Begini Kesiapan Strategi Paslon QA dan NIAT di Debat Publik Kedua

Kedua paslon yang maju di Pilkada Gresik saat mengambil nomor Urut

Gresik (beritajatim.com)- Debat publik kedua antara pasangan calon (Paslon) M.Qosim-Asluchul Alif (QA) dengan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) dua hari lagi kembali digelar.

Lalu bagaimana bocoran strategi kedua paslon tersebut untuk mempersiapkan diri dalam debat bertema ‘Kebijakan Penanganan Covid-19, Penyelarasan Pembangunan Daerah dengan Nasional untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan’ itu?

Paslon QA menyampaikan bahwa jalannya pemerintahan kedepan harus berlandaskan agama dan akhlakul karimah.  “Ini untuk menegaskan bahwa Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri,” ungkap M.Qosim, Senin (30/11/2020).

Menurut dia, dengan membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan unggul otomatis akan mendukung pelayanan prima bagi masyarakat. Sebab, kesejahteraan dan kesehatan pasca pandemi menjadi prioritas utama.

Hal senada juga dikemukakan oleh Alif. Menurutnya, seluruh program tersebut akan didukung dengan sistem informasi yang prima. “Memanfaatkan big data untuk membangun Gresik menuju smart city. Sehingga, masalah sosial baik pengangguran, kemiskinan dan lainnya akan mudah dipetakan dan diurai guna mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Di isisi lain, paslon NIAT berkomitmen untuk mewujudkan perubahan. “Karena selama ini, segala potensi yang ada di Gresik kurang dimaksimalkan dengan baik,” ungkap Fandi Akhmad Yani (Gus Yani).

Beberapa indikator yang disebut, yakni banjir, kondisi jalan, kelangkaan pupuk hingga sulitnya mencari lapangan pekerjaan. “Seperti kata pepatah, ayam mati dilumbung padi,” ujarnya.

Dalam program Nawa Karsa yang disampaikan, alumnus Unair itu memaparkan paket stimulus ekonomi. “Meningkatkan upah daerah, insentif pajak, pelatihan melalui modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK),” katanya.

Sementara pasangan Gus Yani, Aminatun Habibah (Bu Min) menyampaikan jaminan kepada para pekerja. “Karena para pekerja adalah aset kita. Keamanan dan keselamatannya harus dijamin. Tanpa adanya perubahan hal itu tidak akan tercapai,” katanya.

Debat kedua ini, akan berlangsung di salah satu stasiun televisi swasta dimulai pada pukul 19.00 WIB. Sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes) panitia membatasi peserta yang hadir. Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai di masa pandemi Covid-19. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar