Politik Pemerintahan

Beberapa Pesan Mendagri untuk Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Selama melakukan kunjungan kerja dua hari di Banyuwangi, pada akhir pekan lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengecek berbagai pelayanan publik. Tito juga berdiskusi dengan sejumlah pihak, termasuk dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Mantan Kapolri itu juga menilai Banyuwangi sudah berkembang dengan baik. Setelah selama beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang baik, kini Banyuwangi tetap berada di jalurnya untuk terus mengembangkan daerah.

Tito mengapresiasi kinerja Pemkab Banyuwangi. Dia menyebut Banyuwangi bisa menjadi model, menjadi best practice untuk dari lain. ”Banyuwangi terus berinovasi, saya sudah dengar berbagai inovasinya. Tradisi inovasinya terjaga. Saya akan minta daerah lain meniru Banyuwangi,” kata Tito.

Tito lantas membeber alasan kedatangannya ke Banyuwangi, yaitu untuk menjawab rasa penenasaran tentang berbagai inovasi dan keberhasilan Banyuwangi.

“Jujur saya katakan, selama ini saya penasaran dengan Banyuwangi, dengan inovasi dan keberhasilannya. Jadi saya putuskan untuk datang langsung ke Banyuwangi,” urai Tito.

Lantas, Tito menyemangati seluruh jajaran Banyuwangi untuk terus berinovasi. Banyuwangi juga dinilai Tito sangat kompak, di mana jajaran bekerja saling dukung satu sama lain. Artinya, sudah ada perubahan pola pikir SDM pemerintahan.

Tidak hanya pelayanan publiknya, Tito juga terkesan dengan bagaimana ruang-ruang publik di Banyuwangi ditata dengan baik.

“Desain tata ruang. Seperti bandara yang tidak terjadi semrawut. Desainnya baik, hijau, asri. Lansekapnya di sekitarnya dipertahankan alami, hamparan sawahnya dipertahankan. Itu membuat nyaman orang yang datang di sini. Saya lihat kotanya juga bersih,” kata Tito.

Dalam kesempatan berbincang Tito, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membeber sejumlah inovasi dan kinerjanya sejak dilantik pada 26 Februari 2021 lalu. Program-progrm jemput bola disampaikan Ipuk. Di antaranya adalah bupati berkantor di desa, yang di dalamnya ikut melayani perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) yang selama ini menjadi perhatian Tito.

“Saya sampaikan ke Pak Tito, bahwa saat berkantor di desa, kami fasilitasi dan dampingi warga untuk masuk OSS karena memang tidak semua warga melek teknologi. Dalam 12 kali berkantor di desa, kami membantu menerbitkan 5.078 izin usaha mikro-kecil. OSS ini langsung terkoneksi dengan Kementerian Investasi/BKPM,” papar Ipuk.

Selain soal jemput bola perizinan usaha, berbagai inovasi dilaporkan Ipuk kepada Tito, mulai dari jemput bola layanan kependudukan yang juga menjadi bidang otoritas Kementerian Dalam Negeri, pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, hingga percepatan vaksinasi di mana Banyuwangi menjadi salah satu daerah penerima vaksin terbesar di Jawa Timur. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar