Politik Pemerintahan

Bea Cukai Madura Ploting HTP Produk Hasil Tembakau

Pamekasan (beritajatim.com) – Kantor Bea Cukai Madura melakukan monitoring Harga Transaksi Pasar (HTP) produk hasil tembakau di dua Kabupaten berbeda di Madura, yakni di kabupaten Pamekasan dan Sumenep.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam dua hari terakhir, terhitung sejak Senin hingga Rabu (22-24/7/2019). Terlebih saat ini mereka juga tengah berupaya menekan peredaran rokok ilegal di seluruh wilayah Madura, baik melalui kegiatan yang bersifat preventif mau pun represif.

“Monitoroing pertama kita laksanakan di kecamatan Tlanakan (Pamekasan), dalam pelaksanaan monitoring kami mendatangi sejumlah toko eceran hasil tembakau. Baik toko modern maupun toko tradisional,” kata Kasi PKC-DT Bea Cukai Madura, Ako Rako Kembaren.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Bea Cukai juga memonitor secara langsung hasil tembakau alias rokok yang dipajang di sejumlah etalase pertokoan. “Hal itu kami lakukan untuk memastikan apakah menggunakan pita cukai atau tidak,” ungkapnya.

“Dari itu kami berharap agar harga hasil tembakau yang dijual secara eceran sesuai dengan harga yang tertera di pita cukai. Tidak kalah penting, penjual dapat memahami jenis rokok yang mereka jual. Apakah jenis rokok legal atau ilegal, sehingga kami dapat menekan peredaran rokok ilegal di Madura,” pungkasnya.

Sebelumnya Petugas Bea Cukai Madura, menindak dan mengamankan jutaan batang rokok ilegal di Pulau Garam, yang dilakukan dalam program Gempur Rokok Ilegal selama sebulan terakhir. Terhitung sejak 17 Juni hingga 14 Juli 2019 lalu.

Penindakan dalam program Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tersebut akibat pelanggaran ketentuan di bidang cukai berupa Barang Kena Cukai (BKC) khususnya Hasil Tembakau (HT), yaitu sebanyak 202.416 batang rokok melalui operasi pasar, serta sebanyak 2.830.200 batang rokok dalam penindakan langsung di berbagai lokasi berbeda di Madura. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar