Politik Pemerintahan

Bazar Murah, Fasilitas Pemkot Mojokerto dan Bank Jatim untuk Pelaku UMKM

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membuka Bazar Murah UMKM Ramadhan 1442 H yang digelar di Rest Area Gunung Gedangan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama Bank Jatim menggelar Bazar Murah UMKM Ramadhan 1442 H yang digelar di Rest Area Gunung Gedangan, Kelurahan Gunung Gedangan Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Bazar murah mulai 29 April 2021 hingga 5 hari kedepan.

Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, bazar murah tersebut merupakan fasilitas yang disediakan oleh Pemkot Mojokerto bersama Bank Jatim Cabang Mojokerto bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Mojokerto bisa memasarkan produk-produknya.

“Kami bersinergi agar bagaimana produk UMKM Kota Mojokerto ini juga memiliki tempat berdagang yang lebih layak dari pada harus berdagang di pinggir-pinggir jalan sehingga harus ditertibkan dengan operasi yustisi dari Satpol PP, TNI maupun Polri,” ungkapnya, Kamis (29/4/2021).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), moment bulan suci Ramadan dinilai tepat karena kebutuhan masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri cukup tinggi. Ditambah, saat ini Pemkot Mojokerto tenggah menunggu rest area yang masih dalam proses appraisal (proses pemberian nilai dalam konteks properti) untuk bisa dikelola oleh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).

“Kebutuhan masyarakat untuk berburu takjil juga tinggi. Sehingga dengan fasilitasi tempat di satu lokal seperti ini akan memudahkan masyarakat yang membutuhkan kuliner untuk berbuka. Semoga dengan adanya tempat berdagang yang sudah diatur seperti ini, khususnya pelaku UMKM bisa mendapatkan penghasilan,” katanya.

Pelaku UMKM, tegas Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto, memiliki tempat berdagang yang lebih layak. Namun ia berharap agara para pelaku UMKM menerapkan protokol kesehatan sehingga Satgas Covid-19 Kota Mojokerto tetap bisa mengendalikan angka keterpaparan Covid-19 di Kota Mojokerto.

“Salah satu penyebaran covid-19 adalah melalui uang tunai dan upaya untuk memutus mata rantai penyebarannya adalah dengan melakukan transaksi yang mengunakan uang virtual. Karena pembayaran di tiap stand UMKM ini, tidak harus menggunakan uang tunai, melainkan bisa menggunakan E-Money dengan aplikasi “QRIS (dibaca KRIS)” atau Quickesponse Code Indonesian Standard,” jelasnya

Sehingga Ning Ita berharap para pelaku UMKM di Kota Mojokerto segera bisa memanfaatkan QRIS Bank Jatim.

Sementara itu, Kantor Cabang Bank Jatim Mojokerto, Eko Yudi Prastowo menjelaskan sebagai bank Pemkot Mojokerto, pihaknya berupaya menjembatani dengan memberikan fasilitas kepada para pelaku UMKM berupa sistem yang sudah diatur oleh BI, menggunakan E-money yaitu menggunakan QRIS.

“Untuk bisa menggunakan QRIS dapat menjadi nasabah Bank Jatim. Dan untuk pembukaan rekening ‘Tabunganku’ tidak dikenakan biaya administrasi hanya dengan pembukaan awal Rp20.000 saja para pelaku UMKM sudah memperoleh rekening Bank Jatim. Mereka juga sudah dapat menggunakan QRIS,” jelasnya.

Masih kata Eko, dalam penggunaan QRIS tidak dikenakan pembiayaan administrasi. Hasil dari operasional Bank Jatim yang berupa deviden, bisa menjadi PAD bagi Pemkot Mojokerto yang selanjutnya digunakan untuk membangun Kota Mojokerto. Menurutnya, Bank Jatim akan memberikan suntikan dana, membantu meningkatkan omzet penjualan.

“Juga membantu pemasaran yang nantinya pelaku usaha dapat memiliki perputaran keuangan yang bagus. Jadi saya menghimbau kepada para pelaku UMKM, ayo menjadi nasabah Bank Jatim agar sirkulasi keuangannya bisa kita pantau. Para pelaku usaha super mikro ini bisa naik kelas menjadi mikro, yang mikro bisa menjadi kecil, kecil bisa menjadi menengah dan bisa menjadi korporasi nantinya,” tuturnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar