Politik Pemerintahan

Bawaslu Tindaklanjuti Dugaan Pelanggaran Pilkada Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik terus menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran kampanye Pilkada. Sebagai bentuk keseriusannya, lembaga penyelenggara pemilu itu meminta keterangan langsung kepada pelapor, yakni atas nama Haryadi.

Mantan anggota dewan tersebut, yang saat ini merupakan Kepala Divisi Hukum dan Advokasi tim kampanye M. Qosim-Asluchul Alif (QA), dipanggil atas laporan pelanggaran kampanye pada 8 Oktober lalu yang dilakukan pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) terkait kontrak politik kepada masyarakat.

“Laporan yang saya sampaikan sudah sesuai, dan lebih menekankan pada syarat materiil dan formil,” ujar Haryadi, Rabu (14/10/2020).

Ia menambahkan, mengenai barang bukti yakni berupa foto, salinan kontrak politik bermaterai yang ditandatangani paslon nomor urut 2, serta keterangan saksi dan bukti pendukung lainnya sudah sangat cukup ada pelanggaran.

“Syarat formilnya sudah jelas melanggar aturan pasal 71 PKPU 11/2020 tentang Kampanye. Tinggal menunggu ketegasan dari penyelenggara pemilu saja, berani atau tidak mengambil sikap,” imbuhnya.

Diakui Haryadi, dirinya menyayangkan sikap Bawaslu yang masih menanyakan salinan asli dari kontrak politik tersebut.

“Ini kan lucu, seharusnya ya segera konfirmasi ke pihak terlapor. Yang asli pasti mereka yang simpan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi menyatakan, terkait pelanggaran ini, pihaknya juga mendatangkan dua saksi lain yang mengetahui dan menyaksikan secara langsung aktifitas dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Baik yang terjadi pada 3 Oktober di Bale Serba Guna Kemuteran bersama masyarakat. Serta, pada 6 Oktober bersama kelompok Barisan Guru Gresik di posko pemenangan paslon 2 di Desa Srembi.

“Sudah kami periksa terpisah pada jam berbeda. Silakan ditindaklanjuti saja, karena fakta di lapangan seperti itu. Bukan rekayasa,” katanya.

Bawaslu Gresik juga akan mengkaji kembali klarifikasi tersebut bersama Sentra Gakkumdu Pilkada Gresik.

“Kalau memang diperlukan, kita juga akan memanggil pihak-pihak lain termasuk terlapor. Namun, masih belum diputuskan jadi mohon waktunya,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar