Politik Pemerintahan

Bawaslu Surabaya Tunda Penetapan Sanksi SCG

Surabaya (beritajatim.com) – Laporan dugaan pelanggaran survey hasil Pemilu 2019, yang dilakukan oleh SCG Research and Consulting, jalan ditempat. Hingga kini penjatuhan sanksi masih belum dilakukan.

Bahkan pihak Bawaslu Surabaya terkesan kurang tegas. Janji hasil pleno yang seharusnya disampaikan lima hari pasca pelaporan diralat menjadi tujuh hari kerja.

Ketika dikonfirmasi Selasa (14/5), Ketua Bawaslu Surabaya, Hadi Margo menyatakan pelaporan tersebut belum diplenokan.”No Comment,” ujarnya ketika ditanya alasan mundurnya pleno tersebut.

Hadi Margo bahkan cenderung menghindar ketika dikonfirmasi lebih lanjut.”Moh! ngkuk mbok rekam (Tidak! Nanti kamu rekam),” imbuhnya seraya meninggalkan wartawan.

Sebelumnya, Hadi Margo menyatakan pihaknya tidak menemukan dalam daftar 40 lembaga survei yang secara resmi terdaftar di KPU. Itu setelah adanya laporan yang dilayangkan oleh Laporan ini dilayangkan oleh Doni Istyanto Hari Mahdi.

Pelapor yang mengatasnamakan masyarakat ini mengungkapkan bahwa laporannya berkaitan dengan dugaan pelanggaran survey hasil Pemilu oleh pihak SCG Research and Consulting.

Menurut pelapor, SCG tidak berhak merilis hasil real count. Karena hasil real count ini adalah domainnya KPU. Bukan menjadi hak lembaga survei manapun untuk menggunakan istilah real count.

Menanggapi laporan ini, Hadi Margo sebelumnya kepada wartawan menyatakan bakal mendalami dulu pelaporan ini. “Nanti kita putuskan pleno. Dan kami akan membuat kajian hukumnya dulu. Proses ini nanti berjalan sekitar lima hari. Karena butuh kelengkapan, keterangan lain yang memang untuk kami putuskan,” ujar dia.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar