Politik Pemerintahan

Terkait DPTb

Bawaslu Sarankan KPU Ponorogo Jemput Bola

Ponorogo (beritajatim.com) – Bawaslu mendorong KPU Ponorogo lebih mengoptimalkan dalam mencatat masyarakat yang ingin pindah pilih dalam pemilu 17 April mendatang. Bawaslu menilai potensi pemilih baru yang bisa masuk DPTb lebih dari tiga ribuan orang. Sementara hasil rapat pleno rekapitulasi KPU mencatat angka DPTb saat ini sebesar 2.642 pemilih baru.

Dia mencontohkan data dari KPU tersebut, angka DPTb dari Kecamatan Mlarak, hanya 924 pemilih baru. Padahal, Bawaslu mendapat angka 1.800-an pemilih baru di Pondok Pesantren Gontor 1 di Mlarak.

”Kami sarankan pencatatan pindah pilih ini dengan jemput bola karena potensi bertambahnya masih besar,” kata Juwaini, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu, Minggu (23/2/2019).

Juwaini membenarkan kalau penambahan terbanyak memang dari santri pondok pesantren yang ada di Ponorogo. Untuk itu pemilih dari kalangan santri ini harus wajib difasilitasi oleh negara. Dalam menggunakan hak pilihnya di pemilu mendatang.

Bagi mereka yang tidak dapat memilih sesuai domisili, negara memfasilitasi mereka lewat pindah pilih.Dan satu-satunya kunci supaya mereka bisa memilih di Ponorogo adalah melalui DPTb.

”Masih ada waktu untuk memperbaiki DPTb, kami harap KPU bisa lebih maksimal,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar