Politik Pemerintahan

Bawaslu Ponorogo Kembali Temukan 47 Calon PPS Terindikasi Pengurus Parpol

Ponorogo (beritajatim.com) – Bawaslu Ponorogo mencermati nama-nama yang diumumkan KPU Ponorogo yang lolos pada tahapan administrasi dalam perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Hasilnya, mereka kembali menemukan 47 nama yang diduga tidak masuk dalam syarat menjadi petugas PPS. Yakni 45 orang terindikasi sebagai pengurus maupun anggota partai politik (parpol), dan 2 sisanya, masih dalam ikatan perkawinan pengurus atau anggota parpol juga.

“Daftar nama-nama itu sudah kami sampaikan ke KPU, nanti harapannya mereka mencermati hasil temuan ini, dengan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan,” kata Divisi Pengawasan Bawaslu Ponorogo Juwaini, Minggu (15/2020).

Juwaini menyebut menyayangkan sikap KPU dalam proses perekrutan PPS. Dalam seleksi administrasi, mereka terkesan hanya menekankan kepada kelengkapan berkas saja. Misalnya surat keterangan sehat harus ada atau surat komitmen untuk mengabdi. KPU Ponorogo, kata Juwaini tidak melihat rekam jejak yang mendaftar.

“Itukan ada di data base KPU, seharusnya mereka meneliti dulu sebelum mengumumkan daftar yang lolos administrasi kepada masyarakat,” katanya.

Dia tak memungkiri jika tugas KPU memang sangat besar, melakukan perekrutan PPS untuk 307 desa maupun kelurahan. Dimana disetiao desa maupun kelurahan, nanti akan terpilih 3 anggota PPS. Tugas yang besar ini, kata Juwaini seyogyanya harus dengan perencanaan yang matang. Selain itu tim perekrutan juga harus jelas.

“Harapan kami, mari kita bersinergi dalam perekt ini. Sehingga menghasilkan penyelenggara pemilu yang memiliki integritas dan tidak ada intervensi politik,” katanya.

Sekedar diketahui, bukal sekali ini saja Bawaslu Ponorogo menemukan calon penyelenggara pemilu terindikasi anggota parpol. Pada perekrutan Paniti Pemilihan Kecamatan (PPK) oleh KPU Ponorogo beberapa waktu yang lalu, mereka juga menemukan 2 calon PPK yang terindikasi pengurua partai politik.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar