Politik Pemerintahan

Bawaslu Pamekasan Temukan 65 Pelanggaran Selama 2018

Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan menyatakan sebanyak 65 jenis pelanggaran selama masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu), khususnya per 31 Desember 2018.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar didominasi pelanggaran berupa pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dari berbagai partai politik (parpol) berbeda peserta pemilu yang akan digelar serentak 17 April 2019 mendatang.

“Hingga saat ini tercatat sebanyak 65 jenis pelanggaran pemilu, sebagian besar didominasi pelanggaran APK. Jumlah tersebut per 31 Desember 2018 lalu,” kata Komisioner Bawaslu Pamekasan Sukma Tirta Umbara Firdaus, Rabu (2/1/2019).

Bahkan jumlah pelanggaran APK yang tersebar di berbagai wilayah di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, mencapai ratusan lembar. “Tetapi hingga saat ini tidak ada parpol yang mengambilnya,” ungkapnya.

“Jadi dalam artian, total sebanyak 65 pelanggaran itu merupakan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh setiap parpol. Semisal partai A melakukan pelanggaran berkali-kali, bahkan bukti pelanggaran seperti APK yang kita amankan mencapai sebanyak 200 lembar,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga intens memberikan himbauan kepada setiap parpol peserta pemilu agar APK yang dipasang tidak sesuai dengan regulasi dan ketentuan agar diturunkan. Hanya saja himbauan tersebut tidak dihiraukan dan akhirnya ditertibkan secara paksa bersama jajaran personil Satpol-PP Pamekasan.

“Durasi waktu yang kami berikan satu sampai tiga kali 24 jam untuk menertibkan APK yang melanggar, hanya saja tidak dihiraukan. Sehingga kami mengambil langkah tegas dengan melakukan penertiban,” tegasnya.

Dari itu pihaknya mengajak semua masyarakat agar berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan pemilu bermartabat dan berintegritas. “Dengan keterlibatan semua pihak, tentunya bakal menjadikan pemilu ini berintegritas, jika menemukan indikasi pelanggaran segera koordinasikan dengan kami,” pungkasnya. [pin/ted] 

Apa Reaksi Anda?

Komentar