Politik Pemerintahan

Bawaslu Mengklarifikasi Pelaksana Tugas Bupati Jember

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan panggilan klarifikasi kepada Pelaksana Tugas Bupati Abdul Muqiet Arief, Sekretaris Daerah Mirfano, dan lima pejabat pemerintah daerah setempat, Selasa (17/11/2020).

Muqiet datang bersama Mirfano pada jam 10.30 WIB. Klarifikasi berlangsung tertutup secara bergiliran selama kurang lebih satu setengah jam oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jember Endah Prasetyowati.

Usai klarifikasi, Muqiet dan Mirfano memilih tak berkomentar kepada media massa. “Saya sudah jelaskan. Nanti Bawaslu yang menjelaskan ke teman-teman pers. Tanya ke Bawaslu saja,” kata Muqiet.

Sementara, Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka mengatakan, dua orang tersebut adalah terlapor dari laporan yang dilakukan Mohammad Husni Thamrin, seorang pengacara. “Alhamdulillah tadi sudah berjalan lancar,” katanya. Klarifikasi tersebut untuk melengkapi kajian penanganan pelanggaran oleh Bawaslu.

Thamrin melaporkan prosesi pengembalian jabatan 366 orang pejabat Pemkab Jember yang dilaksanakan pada Jumat (13/11/2020). Menurut Thobrony, laporan dikaitkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 71 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Dalam undang-undang itu disebutkan, bahwa gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota dilarang melakukan pelantikan dan mutasi jabatan selama enam bulan sampai masa penetapan calon kepala daerah terpilih. ‘Tapi ada frase di bawahnya bahwa boleh melakukan pelantikan atau mutasi jabatan atas izin tertulis dari Kementerian (Dalam Negeri),” kata Thobrony.

Bawaslu sudah mengklarifikasi Thamrin kemarin. Klarifikasi terhadap Muqiet dan Mirfano dilakukan untuk mengetahui apakah proses pengembalian jabatan tersebut sudah memenuhi persyaratan yang diatur dalam undang-undang. “Nanti akan kami kaji lagi dan rapat plenokan. Kami akan lihat apakah bukti-bukti sudah kami dapat atau informasi yang kami butuhkan sudah diperoleh atau masih kurang. Jadi belum bisa disimpulkan,” kata Thobrony. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar