Politik Pemerintahan

Pilbup Malang 2020

Bawaslu Kabupaten Malang Periksa Kadispora Terkait Dugaan ASN Tak Netral

Malang (beritajatim.com) – Bawaslu Kabupaten Malang kembali memanggil saksi tambahan terkait tindak lanjut kasus ASN yang di duga tidak netral beberapa saat lalu.

Salah satu saksi yang diperiksa Senin (12/10/2020) siang ini yakni Atsalis Supriyanto selaku Kadispora Kabupaten Malang. Atsalis dimintai keterangan terkait bawahannya Slamet Suyono yang diduga ikut mempromosikan visi dan misi paslon nomer urut 2 Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LADUB).

“Kami belum bisa memastikan, akan memberi teguran apa kepada saudara terduga (Slamet Suyono-red), karena kalau hasilnya sudah keluar dari Bawaslu kemudian akan di laporkan pada PJS Bupati Malang juga,” ungkap Atsalis Supriyanto, Kadispora Kabupaten Malang, usai pemeriksaan selaku saksi, Senin (12/10/2020).

Menurut Atsalis, pihaknya menjalani pemeriksaan bersama salah satu komisioner Bawaslu George Da Silva.”Disini kami menghadiri undangan dari Bawaslu dan sekaligus memberikan keterangan terkait salah satu staff kami yang di duga melakukan pelanggaran,” terang Atsalis.

Keterangan yang di berikan yakni bagaimana hubungan kerja antara Atsalis dan ASN terduga tidak Netral Slamet Suyono. “Hubungan kami hanya sebatas rekan kerja, antar atasan dan bawahan, tidak ada unsur saudara, berdasarkan pemantauan kami kinerjanya di dinas terkait juga bagus tidak ada kendala,” tambah Atsalis.

Terkait dengan dugaan dan laporan yang beredar atas dukungan Slamet Suyono terhadap salah satu paslon, Kadispora siap memberikan keterangannya kepada Bawaslu. “Monggo, itu kewenangan dari Bawaslu. Sampai saat ini pertanyaan Bawaslu apakah kami sudah memanggil Slamet Suyono? Jawabannya belum, karena sampai saat ini saudara terkait belum masuk kerja karena ijin sakit,” tegas Atsalis.

Atsalis melanjutkan, langkah internal yang akan ia lakukan terhadap Slamet Suyono adalah, secepatnya memanggil dan meminta keterangan akan kebenaran berita yang beredar. “Sehari sebelum izin sakit, ia masih menjalankan tugasnya di kedinasan sebagai kepala bidang olahraga prestasi dan tidak pernah melakukan imbauan atau ajakan kepada temannya yang lain untuk memilih salah satu paslon. Kalau itu terjadi saya sudah tegaskan bahwa ingat kembali kebijakan awal bahwa ASN harus netral,” pungkasnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar