Politik Pemerintahan

Bawaslu Kabupaten Kediri Pertajam Sinergi dengan Organisasi Pemantau

Kediri (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri menggelar sosialisasi pengawasan, partisipasi dan pemantauan Pemilu 2019 di sebuah hotel di Kabupaten Kediri, Kamis (4/4/2019). Dalam kegiatan ini menghadirkan lima pemantau pemilu.

Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri Saidatul Umah, melalui kegiatan ini pihaknya ingin ada sinergi dengan pemantau untuk ikut pengawasan partisipatif dan pemantauan Pemilu 2019. “Peran dari lembaga pemantau juga sangat dibutuhkan untuk ikut mengawasi proses pelaksanaan pemilu termasuk upaya meningkatkan tingkat partisipasi pemilih pemula di kabupaten ini,” ungkapnya.

Tahapan pemilu saat ini adalah rapat umum dan iklan di media. Tim pemantau diharap ikut mengawasi. Termasuk nantinya saat hari pengiriman logistik dan pencoblosan di hari-H.

Sementara itu, terkait dengan pelanggaran selama masa kampanye, ia menyebut ada empat pelanggaran yakni di Kecamatan Plemahan yang diindikasikan ada politik uang. Dalam prosesnya, ternyata hal itu tidak terbukti. Selain itu, pelanggaran administrasi yakni di Kecamatan Kayen Kidul, Grogol dan Pagu.

“Kami sudah klarifikasi dan mayoritas masih administrasi, karena tidak mengurus STPK. Sanksi terberatnya adalah pengurangan masa kampanye, karena ini masih pelanggaran administrasi,” kata dia.

Kegiatan sosialisasi ini melibatkan masyarakat umum, juga dari mahasiswa, organisasi masyarakat serta jurnalis. Acara dikemas dengan workhsop yang menghadirkan narasumber dari lembaga pemantauan.

Anwari dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jatim mengatakan, selama masa pemilu, pihaknya terus mengadakan pemantauan. Ia juga meminta agar media massa juga menghormati jadwal pemilu, termasuk tidak boleh menayangkan kampanye pasangan calon di luar masa kampanye.

“Nanti juga, lembaga survei tidak boleh menayangkan awal untuk hasil surveinya, karena ini bisa mempengaruhi massa,” tandas Anwari. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar