Politik Pemerintahan

Bawaslu Jember Tangani 7 Kasus, Sebagian Pelanggaran Netralitas

Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, menangani tujuh kasus dugaan pelanggaran aturan pemilihan kepala daerah. Sebagian besar terkait pelanggaran terhadap netralitas aparat penyelenggara pemerintahan.

Dari tujuh kasus tersebut, enam kasus adalah laporan dari masyarakat dan satu kasus temuan Bawaslu Jember sendiri. Enam laporan itu mengenai dua dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara, dugaan pelanggaran netralitas seorang kepala desa, dugaan kebocoran data di Komisi Pemilihan Umum, dugaan pelanggaran politik uang oleh perangkat rukun warga, dugaan pelanggaran kampanye di media massa. Sementara temuan Bawaslu Jember mengenai dugaan pelanggaran netralitas oleh salah satu kepala desa.

“Kami menjalani proses klarifikan, penanganan pelanggaran. Proses penanganan pelanggaran ini tiga plus dua. Setelah dianggap memenuhi syarat formil, maka diregister. Ketika sudah diregister, waktu penanganannya berjalan. Tiga hari klarifikasi. Kalau belum mencukup, ada tambahan dua hari,” kata Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka.

Tidak semua laporan dari masyarakat memiliki kelengkapan syarat formal material. Salah satunya soal dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara, Bawaslu meminta pelapor untuk melengkapinya. Sementara terkait dugaan pelanggaran kepala desa harus dibahas dalam forum penegak hukum terpadu (gakumdu), karena termasuk dalam dugaan pidana pemilu. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar