Politik Pemerintahan

Bawaslu Jember Rekomendasikan 2 Pejabat Kecamatan ke KASN

Warga saat melaporkan dugaan pelanggaran netralitas ASN ke Bawaslu Jember

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, merekomendasikan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran netralitas dua pejabat kecamatan.

Dua pejabat tersebut adalah Camat Pakusari A. Fauzi dan Sekretaris Camat Pakusari yang sekarang menjabat Camat Sumberjambe Rusdiyanto. Mereka terekam dalam sebuah video singkat yang menunjukkan dukungan untuk Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali menjadi bupati dalam pemilihan kepala daerah Jember tahun ini.

“Mereka mengaku tidak tahu kalau ada undang-undang netralitas ASN, dan itu dilakukan dengan sadar. Padahal sudah jelas, ASN tidak boleh terlibat dukungan sebelum, selama, dan sesudah pilkada,” kata Ketua Bawaslu Jember Imam Thobroni Pusaka, Sabtu (14/3/2020).

Dengan demikian, sudah tiga ASN Jember yang direkomendasikan Bawaslu untuk dijatuhi sanksi oleh KASN. Sebelumnya, Bawaslu memutuskan rekomendasi serupa untuk Camat Tanggul Muhammad Ghozali.

Terkait sanksi untuk Ghozali, menurut Thobroni, Divisi Penindakan Pelanggaran tetap memantau dan mengawal pelaksanaan rekomendasi itu oleh KASN. Ini bagian dari tugas Bawaslu.

“Bawaslu hanya memberikan rekomendasi ke KASN. Nanti KASN yang akan menginvestigasi dan mengevaluasi apakah ini memenuhi unsur pelanggaran,” kata Thobroni. KASN bisa memanggil para terduga pelanggaran.

Selain dua pejabat kecamatan itu, sebenarnya Bawaslu Jember juga memeriksa Kepala Desa Suboh Kecamatan Pakusari Romyatun. Namun Bawaslu tak bisa bertindak karena belum ada pasangan calon bupati dan wakil bupati yang sudah ditetapkan KPU Jember. Akhirnya Bawaslu melayangkan surat kepada Bupati Jember untuk melakukan pembinaan. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar