Politik Pemerintahan

Bawaslu Jember Minta Warga Isi Formulir Jika Tak Dukung Calon Independen

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Yazid Khobir, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Khoirot, di Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, heran mengapa data istrinya bisa masuk dalam berkas pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati perseorangan, Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto, yang diverifikasi Komisi Pemilihan Umum.

Yazid mengaku didatangi petugas pemungutan suara (PPS) setempat untuk diverifikasi faktual baru-baru ini. “Apa betul istri Pak Kiai, Rizqon Hasanah, memberi dukungan ke Bu Faida? Istri saya bilang, kalau tidak pernah menyatakan tanda tangan dan surat dukungan. Kalau menyerahkan KTP, waktu (pemberian insentif) guru ngaji yang (diberikan selama) satu tahun itu,” katanya, Senin (6/7/2020).

Yazid mengatakan, tak ada surat pernyataan soal mencabut dukungan. Petugas hanya menyampaikan secara lisan, bahwa berkas dukungan tersebut tidak benar. “PPS tidak memberikan surat. Hanya kemudian mohon izin pamit,” katanya. Yazid tidak sempat melihat berkas itu lebih teliti, termasuk tanda tangan sang istri. Dia berencana menghubungi PPS Desa Panti untuk memperjelas.

Dimintai keterangan terpisah, Komisioner Badan Pengawas Pemilu Jember Devi Aulia Rahim mengatakan, warga yang menyatakan tak mendukung calon perseorangan seharusnya mengisi formulir BA5.KWK sebagai bukti tertulis. “Jika tidak mengisi formulir BA5.KWK, maka dia tetap dianggap mendukung,” katanya.

Petugas pengawas lapangan akan mengingatkan dan memberikan saran kepada PPS untuk memberikan formuilir BA5.KWK. “Jika masyarakat tidak mau mengisi formulir BA5.KWK, ya sudah, maka tidak bisa dipaksa. Tapi masyarakat harus tahu, jika tidak mengisi formulir itu, pernyataan tidak mendukungnya tidak akan dianggap (sah),” kata Devi. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar