Politik Pemerintahan

Bawaslu Jatim Investigasi Dugaan Pelanggaran Pilkada Lamongan Libatkan Pejabat Pemprov

Surabaya (beritajatim.com) – Terkait dugaan keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi di Pilkada Kabupaten Lamongan, tim dari Bawaslu Jatim dan Bawaslu Lamongan masih melakukan investigasi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut.

Untuk diketahui, istri Kadis Pendidikan Jatim, Astiti Suwarni running Pilkada Lamongan sebagai cawabup melalui jalur independen berpasangan dengan Suhandoyo.

Anggota Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim Aang Kunaifi menegaskan, pihaknya masih melakukan investigasi terkait informasi tersebut. “Bisa masuk pidana, jika memang terbukti penyalahgunaan kewenangan dan pelaksanaan kampanye di tempat pendidikan. Kalau memang dari hasil investigasi itu terbukti adanya unsur-unsur kampanye, kemudian penyalahgunaan kewenangan, maka konsekuensinya bisa dijerat pada tahap proses pidana pemilihan,” tegasnya, Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jatim (APMPJ) yang diketuai Acek Kusuma mengaku prihatin adanya kabar tersebut. Ini karena dinilai mencederai demokrasi, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang keluarganya ikut dalam kontestasi Pilkada.

Tokoh pemuda jebolan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini mengatakan, bagi mereka yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut, tentunya sanksi pidana siap menanti. Dan, bagi pasangan calon juga diwarning keras agar tidak melakukan kegiatan atau praktik politik uang secara masif.

Namun, jika pelanggaran itu dilakukan sebelum penetapan paslon, maka sanksinya adalah administratif. Jika dilakukan seusai penetapan, sanksi yang menunggu adalah pidana.

Acek berharap kepada Bawaslu agar sedini mungkin dapat mencegah pelanggaran para paslon. Dan, pihaknya berharap Bawaslu Jatim dan Lamongan sedini mungkin dapat melakukan deteksi-deteksi pelanggaran, agar pesta demokrasi ini berjalan lancar dan aman.

Selain APMPJ, Forum Pemerhati Demokrasi Jawa Timur (FPDJ) yang diketuai Achmad Ghozali dan Gelora Mahasiswa Jatim Menggugat (GMJM) yang diketuai Zainal juga serius mengamati berbagai pelanggaran yang dilakukan kontestan maupun KPPS selaku penyelenggara pilkada. Dari hasil diskusi, ketiga tokoh organisasi kepemudaan Jatim ini sepakat mengawal kelangsungan pilkada di Jatim.

Beritajatim.com telah berusaha menghubungi Kadis Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi di nomor 08132215**** untuk melakukan konfirmasi. Sayangnya, nomor yang bersangkutan tidak aktif. Beritajatim.com pun mengirimkan pesan singkat via WhatsApp, centang dua kali tapi tidak dibalas. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar