Politik Pemerintahan

Bawaslu Gresik Kembali Dalami ‘Money Politic’

Gresik (beritajatim.com) – Laporan dugaan pelanggaran selama kampanye Pilkada Gresik semakin menumpuk di meja Bawaslu Gresik dan sentra Gakkumdu. Selama kampanye berlangsung, ada 37 peringatan yang telah dilayangkan oleh lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Yang terbaru, Bawaslu Gresik kembali mendalami kasus dugaan aktifitas ‘money politic’ yang tengah ramai di medsos. Dalam kegiatan tersebut terlihat seorang pria dan wanita mengenakan paslon nomor urut 1 sambil membagi-bagikan uang di salah satu lokasi kampanye.

Menanggapi hal ini, Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi menuturkan, pihaknya telah melakukan investigasi awal.

“Sejauh ini yang bisa dipastikan baru lokasinya. Yakni berada di desa Gedangan Kecamatan Sidayu,” tuturnya, Jumat (30/10/2020).

Masih menurut Imron, hingga saat ini Panwascam Sidayu masih tengah mendalami dugaan money politic guna mencari informasi tambahan.

“Informasi itu kami gali dari peserta yang hadir, waktu kegiatan termasuk pihak penyelenggara,” paparnya.

Secara terpisah terkait dengan ini, Ketua Tim Pemenangan Paslon M.Qosim-Alif (QA Imron. R membantah jika dalam kegiatan tersebut terdapat aktifitas politik uang.

“Kampanye bertajuk sambung rasa. Sejak Rabu(28/10) lalu memang berkegiatan di Wilayah Sidayu, baik Pak Qosim maupun Mas Alif,” katanya.

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Gresik itu mengaku siap membuktikan tuduhan tersebut dengan memberikan keterangan yang sebenarnya.

“Kami akan menunjukkan laporan biaya kampanye atau pengeluaran logistik secara terperinci,” ungkapnya.

Dalam kegitan tersebut lanjut dia, tim kampanye maupun relawan QA hanya membagi-bagikan APK (alat peraga kampanye) dan BK (bahan kampanye).

“Hanya bagi-bagi kaos dan snack saat kegiatan berlangsung, tidak lebih dari itu,” pungkasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar