Politik Pemerintahan

Bawaslu Gresik Investigasi Dugaan Pelanggaran Paslon NIAT

Jubir tim paslon NIAT H.Sururi saat diambil sumpahnya di Bawaslu Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik sedang melakukan investigasi dugaan pelanggaran terkait video viral tempat ibadah yang dijadikan kampayen oleh paslon Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT).

Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi mengatakan bahwa temuan video yang beredar itu masih berupa dugaan di tempat ibadah. Karena itu, pihaknya akan melakukan investigasi.

“Karena masih dugaan, maka harus dilakukan investigasi. Dari hasil investigasi nanti kami putuskan lewat pleno. Termasuk definisi tembat ibadah yang dimaksud sebagai fasilitas umum sesuai UU nomer 10 tahun 2016, akan kami lakukan kajian-kajian,” katanya, Rabu (28/10/2020).

Sebagai tindak lanjutnya, Bawaslu Gresik memanggil tim kampanye paslon NIAT guna dimintai klarifikasi. Ketua Harian Tim advokat NIAT, Irfan Choiri, juru bicara (Jubir) H. Sururi langsung disumpah di bawah Alquran oleh anggota Bawaslu Divisi Pengawasan, Syafi’ Jamhari.

H.Sururi mengaku, kegiatan di musala tersebut bukan kampanye melainkan acara doa bersama. “Itu acara doa bersama alumni Ponpes Tebuireng yang berada di barisan NIAT. Jadi saya tegaskan tidak ada kampanye di situ,” ujarnya.

Dikatakan H. Sururi, saat sambutan pihaknya menyampaikan kepada Kiai ponpes Tebuireng, Gus Fahmi yang berkesempatan hadir bahw alumni ponpes Tebuireng mendukung Gus Yani, karena kebetulan Kiai dan santri banyak yang mendukung Gus Yani.

“Banyak teman-teman alumni Ponpes Tebuireng yang mendukung paslon NIAT. Karena selain manut kiai, visi misinya peduli kepada pesantren dan agama,” ungkapnya.

Sementara Ketua Harian Tim Advokat NIAT Irfan Choiri menuturkan, musala yang dituduhkan relawan salah satu paslon merupakan milik pribadi di rumah, bukan musala umum di kampung maupun perumahan. “Musala itu ada di dalam rumahnya Gus Yani. Jadi yang biasa beribadah di situ kalau bukan keluarganya Gus Yani, ya tamunya,” tandasnya.

Seperti diketahui, musala yang dipersoalkan itu berlokasi di posko pemenangan paslon NIAT. Tepatnya, di Desa Srembi, Kecamatan Kebomas, Gresik. Musala tersebut termasuk fasilitas dari tim pemenangan NIAT. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar