Politik Pemerintahan

Bawaslu dan Plt Bupati Jember Sepakat Evaluasi Bansos Selama Kampanye Pilkada

Ketua Badan Pengawas Pemilu Jember Thobrony Pusaka

Jember (beritajatim.com) – Ketua Badan Pengawas Pemilu Thobrony Pusaka menemui Pelaksana Tugas Bupati Abdul Muqiet Arief, di kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (3/11/2020). Mereka sepakat mengevaluasi penyaluran bantuan sosial pada masa kampanye pemilihan kepala daerah.

“Kami meminta agar penyaluran bantuan sosial dihentikan sementara, karena kami menemukan di beberapa daerah ternyata relawan satuan tugas bansos ini ketika mendistribusikan ada unsur politik, ditumpangi (kepentingan politik pilkada) untuk diarahkan ke salah satu calon,” kara Thobrony, usai pertemuan.

Selain itu, lanjut Thobrony, ada petugas distribusi yang memakai atribut kampanye dan semacamnya. “Saya menyampaikan itu ke Pak Plt (Pelaksana Tugas Bupati). Insya Allah bisa ditindaklanjuti dan akan segera dirapatkan dengan tim satuan tugas,” katanya.

Bawaslu Jember akan menindak tegas semua kampanye yang menumpangi penyaluran bantuan sosial dari pemerintah. “Kami melakukan pengawasan ketat. Kemarin sempat beredar kabar ada bantuan ke takmir masjid. Saya harap semua pasangan calon menaati aturan, karena mereka calon pemimpin yang akan memimpin masyarakat Jember. Ketika mereka mencontohkan tidak taat aturan, jadinya tidak baik,” kata Thobrony.

Sebelumnya, dalam rapat dengan Panitia Khusus Pilkada di DPRD Jember, pada 22 Oktober 2020, David Handoko Seto, legislator dari Nasdem, mengatakan, ada oknum satuan tugas dhuafa yang membagikan bantuan Covid-19 di Kecamatan Mayang dengan memakai masker atribut pasangan calon Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto. “Kami minta ini ditangani,” katanya.

Thobrony mengatakan, pihaknya sedang menelusuri oknum yang mendistribusikan bantuan sosial di Kecamatan Mumbulsari dengan memakai masker atribut pasangan Faida dan Oktavianto. Foto tersebut beredar di media sosial.

“Ini bedanya temuan dan laporan dugaan pelanggaran. Kalau laporan, kami bisa langsung tindaklanjuti. Kalau statusnya temuan, kami masih harus telusuri dulu. Kalau hanya sebatas foto, kami tidak bisa (langsung) menyatakan pelanggaran. Banyak unsur yang harus kami penuhi,” kata Thobrony.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Muqiet membenarkan jika sudah bertemu dengan Thobrony. “Yang jelas kami akan lihat. Bisa saja dihentikan, bisa saja yang bersangkutan kami arahkan supaya tidak melakukan hal-hal di luar peraturan,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar