Politik Pemerintahan

Baru Melahirkan, Peserta Seleksi PPPK Ikuti Tes di UKS

Sumenep (beritajatim.com) – Salah seorang peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap satu tahun 2019 di Kabupaten Sumenep, terpaksa mengikuti pelaksanaan tes tulis di ruang UKS SMK Negeri 1 Sumenep, karena baru melahirkan.

Peserta atas nama Virawati Humamah itu melahirkan pada Sabtu (23/02/2019) atau sehari sebelum pelaksanaan tes tulis. Peserta asal Pulau Masalembu ini melahirkan anak perempuan di Puskesmas Batuan.

“Setelah berkonsultasi dengan dokter, peserta ini diijinkan mengikuti tes tulis, karena kondisinya memungkinkan. Namun ia ditempatkan di ruang UKS di lantai 1. Sedangkan peserta lain di lantai 2,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Titik Suryati, Minggu (24/2/2019).

Ia menjelaskan, tes tulis untuk peserta yang baru melahirkan ini tidak mungkin dilakukan di Puskesmas Batuan tempat pasien ini dirawat, karena server, komputer dan peralatan lainnya tidak mungkin diangkut ke Puskesmas Batuan.

“Jadi yang bersangkutan tetap harus mengerjakan soal di tempat ujian. Karena sistem seleksinya sekarang ini kan Computer Assisted Tes (CAT), seperti seleksi CPNS. Sulit kalau harus membawa kelengkapan peralatan ke tempat lain,” papar Titik.

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan tes di UKS, meski terpisah dari peserta lainnya, namun pelaksanaannya relatif lancar. “Peserta ini terlayani dengan baik. Ada petugas khusus yang kami tempatkan di UKS untuk mendampingi selama pelaksanaan tes, sehingga apabila ada kendala teknis, bisa langsung diatasi. Tapi ini tadi Alhamdulillah berjalan lancar,” terangnya.

Jumlah pendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sumenep sebanyak 973 orang. Jumlah tersebut di bawah jatah kuota yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yakni 1.390 orang.

Ada dua formasi dalam rekrutmen P3K tahun 2019, yakni penyuluh pertanian dan eks guru kategori 2 (K2). Dari 973 pendaftar, untuk formasi penyuluh pertanian sebanyak 67 orang dan eks K2 guru 906 orang. Namun tiga diantara pendaftar tersebut dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar