Politik Pemerintahan

Baru Dua Bulan, Proyek Pompa Air Rp 4,8 Milyar Rusak

Wabup Sumenep saat meninjau proyek PATM beberapa waktu lalu

Foto 1 : Wabup Sumenep saat meninjau proyek PATM beberapa waktu lalu

Foto 2 : Bupati Sumenep (berkalung melati), saat meresmikan PATM

 

Sumenep (beritajatim.com) – Proyek Pompa Air Tanpa Motor (PATM) yang ada di Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, saat ini sudah rusak meski baru dua bulan lalu diresmikan.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep, M. Ramzi mengaku mendapatkan laporan dari warga setempat, jika pompa air itu sudah rusak. “Pemkab harus segera memperbaiki. Itu kan baru dua bulan. Nilainya juga miliaran. Buat apa dibangun proyek itu kalau tidak ada manfaatnya bagi masyarakat,” katanya, Jumat (15/01/2021).

Proyek tersebut dibangun menggunakan dana APBD II Sumenep dengan nilai Rp 4,8 milyar lebih. Anggaran itu salah satunya digunakan untuk membangun dua bendungan dengan 17 pompa, juga sebuah tandon dengan kapasitas 72 ribu liter per detik. Dengan proyek itu, Pemkab Sumenep optimis bisa untuk memenuhi kebutuhan air 106 hektar lahan pertanian di Kecamatan Pasongsongan.

Bupati Sumenep (berkalung melati), saat meresmikan PATM

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Sumenep, Chainur Rasyid mengakui adanya kerusakan di proyek PATM tersebut. Menurutnya, yang rusak adalah pompanya. Kerusakan bukan terjadi pada bendungan ataupun tandon. “Rusaknya pipa di PATM itu karena faktor bencana alam. Saat itu terjadi hujan deras dan angin yang merobohkan pohon. Nah pohon itu menimpa pompa,” terangnya.

Ia menjelaskan, posisi pompa berada di tengah aliran sungai. Di pinggir sungai banyak pohon, namun tidak ada penahan. Akibatnya ketika air sungai naik, pohon mudah roboh. “Tapi sekarang pompa itu sudah proses diperbaiki oleh rekanan. Sehingga nanti apabila musim kemarau, pompa itu sudah bisa digunakan,” ujarnya. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar