Politik Pemerintahan

Baru Diresmikan Bupati Sidoarjo, Jembatan Pucuan Miring

Sidoarjo (beritajatim.com) – Aktifitas warga Dusun Pucuan dan Kali Kajang Desa Gebang Kecamatan Sidoarjo yang sempat terganggu karena jembatan di wilayah setempat rusak, kini mulai bergeliat kembali.

Jembatan yang sempat empat tahun rusak tersebut sudah diperbaiki dan bisa difungsikan kembali. Setelah dibangun kembali, jembatan itu diresmikan Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah Jumat (29/11/2019).

Camat Sidoarjo, Agustin Iriani mengatakan pada tahun 2015 yang lalu, sebenarnya sudah terdapat jembatan. Namun, jembatan yang berada di belakang rumah penduduk itu rusak akibat diterjang derasnya air sungai saat terjadi air laut pasang.

“Jembatan Dusun Kali Kajang juga mengalami kerusakan. Keduanya perlu perbaikan dan kini sudah selesei dikerjakan dan bisa dimanfaatkan kembali,” katanya.

Jembatan tersebut dibangun melalui kucuran dana DAU, yang jumlahnya lebih dari Rp 350 juta, pembangunan jembatan mulai dilakukan. “Anggaran senilai Rp 350 juta tersebut dibagi dengan sarana dan prasarana serta program pemberdayaan,” jelas Agustin.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan, jika pembangunan jembatan itu memang menggunakan DAU. Pembangunan jembatan di Pucuan sendiri, menghabiskan dana sekitar Rp 105 juta. Jembatan tersebut memiliki volume panjang 28 meter dan lebar mencapai dua meter.

Sementara di jembatan Dusun Kali Kajang, pembangunannya mengahabiskan anggaran Rp 70 juta. Biayanya pembangunannya pun lebih kecil jika dibanding pembangunan jembatan di Dusun Pucukan. Sebab volume jembatannya juga sedikti lebih kecil. Yaitu, panjangnya mencapai 15 meter dan lebar dua meter.

“Jadi total biaya pembangunan dua jembatan itu mencapai Rp 175 juta,” rinci ¬†Abah Ipul.

Ia berharap, pembangunan jembatan kayu tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga dengan hal yang positif. Kayu yang digunakan sebagai bahan jembatan merupakan jenis kayu ulin. Dimana, semakin terkena air, kayu tersebut akan semakin kuat. “Yang lain juga ada, tapi dicor karena jembatannya kecil,” paparnya.

Sayangnya, usai diresmikan dan di jadikan sarana bupati beserta rombongan menyebrang, sejumlah warga mengeluh karena bagian bangunan jembatan sisi tengah, tampak amblas dan dikhawatirkan kontruksinya tidak bertahan lama.

Melihat protes warga, bupati menjawab, nanti kontraktor penggarap diberitahukan dan harus diperbaiki. “Nanti bangunan yang kurang baik, harus diperbaiki. Jangan sampai usia jembatan rusak karena kualitas bangunannya,” timpal H. Saiful llah. ¬†(isa/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar