Politik Pemerintahan

Baru 10 Desa di Ponorogo Ajukan Pencairan DD

Kepala BPPKAD Bambang Tri Wahono [Foto/dok beritajatim]

Ponorogo (beritajatim.com) – Dari 281 desa yang ada di bumi reyog, ternyata baru 10 desa yang mengajukan pencairan Dana Desa (DD). Itu berdasarkan laporan yang diterima Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun.

Kepala BPPKAD Bambang Tri Wahono mengungkapkan, tersendatnya pencairan ini dimungkinkan karena mekanisme yang berlaku saat ini berbeda dengan sebelumnya. Sekarang DD langsung ditransfer dari rekening kas umum negara (RKUN) ke rekening kas desa (RKD).

Sedangkan dulu, dari pusat ditransfer ke rekening kas umum daerah (RKUD). “Karena perubahan mekanisme ini, pemerintah pusat lebih selektif dalam persyaratan pengajuan pencairannya,” katanya.

Bambang yakin organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan pemerintah desa dapat segera menuntaskan pengajuan pencairan DD. Bulan Maret ini, dia optimis jumlah desa yang menyelesaikan berbagai persyaratan pengajuan pencairan akan bertambah banyak. S

ebab, DD memang sangat penting dalam pembangunan di desa. “Pasti akan ada percepatan, sehingga desa yang mengajukan juga akan bertambah banyak,” katanya.

Sedangkan untuk alokasi dana desa (ADD), kata Bambang, tidak ada masalah. Artinya untuk ADD, semua desa pengajuannya sudah klir. “Kalau pengajuan ADD, sudah klir semua,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar