Politik Pemerintahan

Bareng KOMPII, Gus Hans Gelar Diskusi dengan Millenials Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPII) menggelar acara “Cangkrukan Sore-sore Seri ke-7 di Sodus, Surabaya Selatan. Kali ini KOMPII kembali mengundang yang kapabel di bidangnya, KH Zahrul Azhar Azumta (Gus Hans), Kamis (30/1/2020).

Ini adalah kali kedua Gus Hans menjadi narasumber dalam acara tersebut. Acara yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z ini dipersiapkan agar mental serta intelektual politik generasi mendatang lebih optimis dan tidak pesimis terhadap politik.

“Setiap hari dalam satu tahun ada seseorang berulang tahun ke-17, itu adalah tanggung jawab kita sebagai warga negara yang cinta Indonesia untuk mendidik intelektual politiknya sejak dini. Sebab pada masa tersebut kesalahan pandangan terhadap politik akan mengakibatkan mereka tidak menghargai hak suaranya yang notabene hak itu sangat penting untuk perputaran roda kepemimpinan negeri ini,” Kata Sekretaris Jendral Kompii, Dedy Mahendra.

Pemaparan kali ini berfokus tentang bagaimana Surabaya dapat lebih maju dengan sinergi Milenial dan Gen Z dalam membuka industri kreatif, perbaikan transportasi umum, dan pengelolaan sampah. Diskusi juga menyinggung perlindungan anak, kans balai latihan kerja dihidupkan di kawasan kota tua Surabaya dan juga kesetaraan hak buruh harian lepas.

Gus Hans sendiri menyampaikan tidak mau membahas surat ijo dan GBT untuk meraih simpati masyarakat. “Bagaimana kita bisa berjanji pada orang-orang yang sudah terlanjur sakit hatinya? Itu bukan propaganda saya, lebih baik saya melakukan hal yang nyata dan berdampak daripada berjanji perihal itu hanya untuk mendapatkan simpati masyarakat,” katanya.

“Untuk transportasi sendiri saya lebih suka LRT ketimbang tol tengah kota, sebab akan turun pada satu titik dan membuat kemacetan yang cukup signifikan pada titik exit, juga jika kita membangun underground station ada perbedaan antara di luar negeri dan Indonesia, di sana tidak ada hak milik sehingga negara berhak atas tanah penduduknya,” tambah Gus Hans

Kegiatan ini juga dihadiri bonek muda dari Wonorejo (pasar kembang), buruh harian lepas perhotelan dari Sidotopo, Rungkut, Wiyung, Benowo dll. Sehingga milenial dan Gen Z yang hadir dapat dikatakan mewakili tiap area Surabaya.

“Harapan kami saat mereka pulang, akan membawa pembelajaran intelektual politik yang baru. Tak jarang orang tua bisa juga termotivasi karena anaknya memiliki pandangan politik yang positif. Satu orang Milenial atau Gen Z bisa berdampak pada keluarganya, teman nongkrong dan teman sekolah atau kuliahnya,” kata Dedy Mahendra.

Seperti diketahui, KOMPII adalah komunitas pertama yang mendapatkan simpati cukup baik dari Milenial dan Gen Z terkait pendidikan politik bagi kamu muda itu. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar