Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bareng Gus Muwafiq, Bupati Jepara Ziarah Kebangsaan Makam Bung Karno

Blitar (beritajatim.com) – Keheningan pukul 02.00 dini hari area Makam Bung Karno sejenak pecah. Rombongan Bupati Jepara, H. Dian Kristiandi, satu persatu memasuki area makam Bung Karno, Minggu (5/11/2021).

Pada fajar jelang pagi itu, Bupati Andi hadir bersama Gus Muwafiq. Keduanya lalu berjalan memandu rombongan untuk melakukan kontemplasi kebangsaan. Di makam Bung Karno, Gus Muwafiq meminpin pembacaan tahlil dan Pencasila.

Bupati Andi mengatakan, acara ziarah kebangsaan itu ditujukan untuk mengenang kembali perjuangan Bung Karno dalam memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Meski mereka hanya ikut, hatinya, pikirannya mesi tahu, bahwa sebagai sebuah bangsa mereka harus terus-menerus memperjuangkan. Kemerdekaan itu kan pintu masuk,” ujar Andi.

Wakabid Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Jepara ini menegaskan, dengan hadir di makam Bung Karno, dirinya berharap para pemgurus PDI Perjuangan dan seluruh kepala OPD Kabupaten Jepara, mengetahui maqom jejak Perjuangan Bung Karno.

“Dulu, sewaktu Bung Karno mendeklarasikan kemerdekaan, teman-teman Jepara ini belum tahu maqomnya. Karena itu, kita mesti berziarah. Kita merenungkan, seperti jejak perjuangan para leluhur kita ini,” terangnya.

Sementara itu, Gus Muwafiq menyampaikan, tujuan ziarah kebangsaan di pagi itu, pertama untuk mensyukuri anugerah kemerdekaan. Menurutnya, dengan merdeka bangsa Indonesia bisa berdaulat dan menentukan masa depannya secara mandiri.

“Pertama, puji syukur kita ini punya bangsa yang merdeka. Bangsa yang merdeka tidak bisa dilepaskan dari peranan Bung Karno dalam menyatu berbagai kekuatan sehingga menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut Gus Muwafiq, ziarah ke makam Bung Karno merupakan tempat kembali para kader PDI Perjuangan, tempat berkontemplasi untuk merenungi segala gerak perjuangannya.

“Yang kedua, kader PDI Perjuangan lagi banyak polemik, terutama polemik Pilpres 2024 dan lainnya. Nah, di sinilah tempat kembali, tempat berkontemplasi, menemukan jati diri, apa sih yang sebenarnya diperjuangkan untuk bangsa dan negara?” jelasnya.

Kiai nyentrik dengan rambut gondrong ini juga mendoakan dan berharap, segala dinamika dan polemik yang terjadi akan melahirkan gagasan-gagasan besar untuk bangsa dan akan baik-baik saja. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar