Politik Pemerintahan

Tingkatkan Kinerja Pemerintahan

Bappeda dan DRD Pamekasan Sharing Ilmu di Situbondo

Pamekasan (beritajatim.com) – Guna meningkatkan kinerja pemerintahan di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) Pamekasan, Bappeda bersama Dewan Riset Daerah (DRD) setempat, melakukan studi banding ke DRD Situbondo, Jawa Timur, Kamis (28/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah jajaran Bappeda Pamekasan yang dipimpin Sekretaris Rahmat Kurniadi Suroso, serta anggota DRD Pamekasan yang dipimpin langsung oleh Ketua Kadarisman Sastrodiwirdjo. Mereka diterima langsung oleh Bappeda serta DRD Situbondo, di Ruang Rapat Binaloka Kantor Bappeda Situbondo, Jl Moch Seruji No 3.

“Kami sengaja memilih menentukan pilihan ke Bappeda Situbondo berdasar rekomendasi dari Pemrov (Pemerintah Provinsi) Jawa Timur, termasuk rekomendasi untuk studi banding DRD Situbondo,” kata Sekretaris Bappeda Pamekasan, Rahmat Kurniadi Suroso kepada beritajatim.com.

Dari itu pihaknya berharap studi banding tersebut nantinya bisa bermanfaat, sekaligus menambah wawasan baru bagi para jajaran anggota DRD Pamekasan yang baru dibentuk pada 2019. “Semoga melalui kegiatan ini bisa menjadi modal awal untuk melangkah kedepan, demi meningkatkan kinerja pemerintahan di Pamekasan,” harapnya.

Sementara Ketua DRD Situbondo, Prof Dr Saleh menyampaikan program tersebut bukan studi banding, tetapi sharing antar DRD di dua kabupaten berbeda. “istilah studi banding mungkin kurang pas, tapi intinya sama-sama belajar dan menimba ilmu,” ungkapnya.

Salah satu dosen Universitas Jember (Unej) tersebut juga menjelaskan keberadaan DRD di daerah yang dipimpinnnya mampu membawa perubahan signifikan terhadap Kabupaten Situbondo yang selama ini selalu tertahan di katagori daerah tertinggal, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

“Seperti kita ketahui bersama, selama ini Kabupaten Situbondo masuk katagori tertinggal bersama sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Alhamdulillah pada 31 Juli 2019, Situbondo terentaskan sebagai kabupaten tertinggal,” tegasnya.

Keberadaan DRD Situbondo juga dinilai memberikan angin segar bagi pemerintahan dalam menerapkan berbagai langkah dan kebijakan yang akan ditetapkan. “Berkat kerja keras semua pihak, akhirnya kami mampu menorehkan prestasi sebagai kabupaten/kota nomor empat IGA (Inovation Goverment Award) dalam persoalan inovasi yang kami terima dari Kemendagri RI,” jelasnya.

“Tidak hanya itu, kami juga mendapatkan predikat sebagai kabupaten sehat dari Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia), melalui berbagai program yang digarap bersama rekan-rekan DRD. Termasuk saat ini yang kita juga garap seputar destinasi wisata tematik yang dikelola OPD di luar Situbondo,” pungkasnya. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar