Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Banyak RHU Melanggar, DPRD Surabaya: Kasatpol PP Harus Diganti

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafii.(Foto/Ade Mas Satrio Gunawan).

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafii merekomendasi Pemkot untuk mengganti Kasatpol PP Eddy Chrisjanto, mengingat banyak Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang melanggar. Seperti Rasa Sayang Bluefish yang nekat melanggar jam operasional.

“Melihat sikap pemkot, kalau tidak ada sanksi sekeras-kerasnya, saya merekomendasi pemkot untuk mengganti kasatpol PP,” tegas Imam saat ditemui di Komisi A DPRD Surabaya, Rabu (8/12/2021).

Dia menjelaskan, kenapa harus diganti?, karena pihaknya meragukan Kasatpol PP dalam melaksanakan perda dan aturan lainnya. Apalagi, dengan banyaknya masalah, berarti aparatnya yang harusnya diganti. “Saya rasa banyak yang berani dan tegas menegakkan perda. Ini memalukan sekali karena sudah berulang kali,” cetus Imam.

Dia mencontohkan kasus RHU Zona yang masih dalam naungan Rasa Sayang Grup ada kasus dengan oknum pejabat di Satpol PP, yang bisa membuka RHU disaat PPKM Level 4 di Surabaya. Disitu, dia menduga ada indikasi kerjasama antar pihak RHU dengan pejabat pemkot.

“Sekelas pejabat, kelas kabid bisa membuka RHU di PPKM level 4, kita menduga kuat, pemiliknya dengan pejabat-pejabat pemkot ada kerjasama. Indikasi itu semakin kuat, apalagi saknsinya cuman gitu,” ucap Imam.

Legislator Nasdem ini meminta Kasatpol PP untuk membuktikan kalau dirinya bersih dengan memberikan sanksi yang keras dan tegas, karena mereka sudah jelas melanggar pakta integritas segamblang itu.

“Ini sudah keterlaluan, sudah berulang kali dan melecehkan marwah Pemkot Surabaya. Tugasnya kasatpol PP membuktikan kalau dirinya bersih, kalau sanksi tidak keras, berarti tidak bersih,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Khrisna merekomendasikan untuk menutup RHU yang jelas melanggar. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemkot untuk meminta pertanggungjawaban atas kejadian yang terulang. “Jika dalam satu minggu masih ada berita seperti tersebut, kami akan mengeluarkan Bantuan penertiban (Bantip) atau lebih tepatnya disegel,” tegas Ayu.(asg/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati