Politik Pemerintahan

Banyak Penambang Pasir di Sekitar Pembangunan Jembatan KaRe

Proses pengerjaan proyek jembatan yang berdekatan dengan para penambang pasir.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pembangunan jembatan penghubung wilayah Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban yang membentang di Sungai Bengawan Solo mulai dikerjakan. Sisi lain, di sekitar pengerjaan pembangunan jembatan terdapat sejumlah penambang pasir.

Jembatan yang berada di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro yang membentang ke Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban (KaRe) itu sedang dalam pengerjaan struktur bawah jembatan, yang meliputi abutment dan pilar atau tiang pancang jembatan.

Pantauan di lapangan, dalam pembangunan jembatan yang membentang di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu selain para pekerja, juga nampak penambang pasir yang sedang beraktifitas. Di sisi kanan dan kiri pembangunan jembatan sejumlah penambang sedang mengeruk pasir.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro Arif Nanang mengatakan akan melakukan pengecekan ke lapangan guna menindaktegas para penambang pasir yang disinyalir bisa membahayakan struktur tanah di sekitar jembatan. “Biar dicek teman-teman (Satpol PP Kecamatan),” ujarnya, Selasa (18/5/2021).

Sementara diketahui, pembangunan Jembatan Kanor-Rengel (KaRe) terdiri dari, struktur bawah jembatan (Abutment dan Pilar Jembatan), struktur atas jembatan serta Finishing (Pemasangan Rangka Baja Jembatan).

Gambaran Kontruksi jembatan terdiri dari dua abutment dan empat pilar dengan posisi keempat pilar berada didalam tanggul Sungai Bengawan Solo dan kedua abutment berada di luar tanggul Sungai Bengawan Solo. Lebar Jalan direncanakan selebar 7 meter + trotoar (2X1 m) dengan panjang jalan sepanjang 210 meter. Struktur Rangka Jembatan menggunakan rangka baja tipe A. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar